- Kapal tanker China bak menentang blokade Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz, mengingat, kapal itu sedang dalam kondisi dikenai sanksi.
Dikabarkan juga bahwa kapal milik Shanghai Xuanrun Shipping ini melintasi jalur air strategis setelah berputar-putar di perairan sekitar.
Mengutip Palestine Chronicle pada (15/4), hal ini dilaporkan menurut data pelayaran terbaru.
Lebih tepatnya, dikabarkan bahwa sebuah kapal tanker minyak-kimia asal China tetap melintasi Selat Hormuz meski berada di bawah sanksi Amerika Serikat dan di tengah kebijakan blokade yang baru diumumkan Washington.
Berdasarkan data pelayaran yang dikutip dari Anadolu Agency, kapal ini sempat berputar-putar di perairan sekitar pada Senin malam sebelum akhirnya melanjutkan pelayaran pada Selasa (14/4/2026).
Kapal itu diketahui berangkat dari Sharjah, Uni Emirat Arab, dan kini tengah menuju China melalui jalur strategis Selat Hormuz.
Pelayaran ini menjadi yang pertama diketahui dari kapal yang terkena sanksi AS sejak Washington menyatakan blokade terhadap kapal-kapal yang singgah di pelabuhan Iran.
Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dampak awal dari kebijakan blokade itu masih terbatas di lapangan.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga mengisyaratkan kemungkinan dibukanya kembali jalur diplomasi dengan Iran dalam beberapa hari ke depan.