Nasib Satu Orang SAD yang Hilang Usai Konflik PT SAL Belum Diketahui
Heri Prihartono April 15, 2026 03:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pihak KKI Warsi Jambi menyebut belum mengetahui nasib satu  orang masyarakat rimba atau Suku Anak Dalam (SAD), yang menghilang pasca terlibat konflik di areal PT SAL beberapa hari yang lalu.

Hal itu disampaikan Antropolog KKI Warsi, Robert Aritonang, saat ditemui Tribunjambi.com di kantornya, Rabu (15/4/2026).

Dia mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi terbaru terkait kondisi masyarakat rimba yang menghilang tersebut.

“Apakah misalnya hilang karena sembunyi, atau hilang karena sudah meninggal, belum ditemukan, belum ada kabar,” katanya.

Robert memperkirakan, masyarakat rimba yang menghilang itu sedang diupayakan pencariannya oleh pihak kepolisian bersama Tumenggung atau komunitas terkait.


“Jadi sedang diusahakan, kita harus menunggu bagaimana itu kondisi atau nasib orang yang yang masih belum ditemukan,” tuturnya.


Terkait kabar dua SAD yang mengalami luka berat akibat konflik tersebut, dia menyebut para korban masih dirawat dirumah sakit.

Informasi itu didapatkannya dari komunitas melalui Temanggung SAD setempat. Sehingga, para korban mendapatkan perawatan opname di rumah sakit.

“Cuman, yang kita dapat dengarkan dari komunitas melalui Tumenggung itu lukanya cukup parah. Jadi, pasti butuh perawatan intensif di sana. Ya, mudah-mudahan apa bisa ditangani dan bisa segera pulih,” ujarnya.

Sementara itu, Robert belum mendapatkan informasi terbaru di hari ini terkait penyelesaian konflik tersebut.

Namun, sebelumnya dia sempat mendapatkan informasi, saat berkomunikasi dengan temenggung SAD setempat dan kader Warsi di lokasi itu.

Informasi itu menyebutkan, adanya kesepakatan pertemuan terkait penyelesaian masalah itu pada pukul 14.00 WIB pada Selasa kemarin. 

Hingga jadwal yang ditentukan, belum ada pertemuan terkait konflik tersebut. Sebab, kelompok masyarakat rimba berharap pertemuan yang berupa sidang itu dilakukan, setelah adanya kepastian terkait kabar anggotanya yang hilang.

“Karena orang Rimba juga berharap sidang itu dilakukan setelah jelas mengenai di anggota kelompok mereka yang hilang. Jadi, setelah itu baru di diharapkan baru dilakukan perundingan,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

 

Baca juga: Kronologi Bentrok SAD vs Sekuriti PT SAL di Sarolangun Versi KKI Warsi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.