TRIBUNBATAM.id - Kabar meninggalnya Imam Muslimin alias Yai Mim di Polresta Malang Kota, Jawa Timur, menjadi sorotan publik.
Yai Mim berstatus tersangka dan ditahan akibat kasus pelecehan seksual atas laporan dari Nurul Sahara.
Selain itu, Yai Mim merupakan pelapor dalam kasus pencemaran nama baik dan persekusi.
Sesaat sebelum menjalani pemeriksaan sebagai pelapor, Yai Mim menghembuskan napas terakhirnya.
Penyebab Yai Mim meninggal dunia terungkap melalui hasil visum yang dilakukan Tim Kedokteran Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit Umum Daerah dr. Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Rahmad Aji Prabowo membeberkan hasil visum Yai Mim yang meninggal dunia.
Ternyata ditemukan indikasi dominan yang mengarah pada kondisi kekurangan oksigen atau asfiksia sebagai penyebab kematian pada tubuh Yai Mim.
“Dari hasil visum, dokter menyimpulkan tanda-tanda menonjol ke arah asfiksia," kata Rahmad Aji, mengutip SuryaMalang.com.
Lantas banyak yang bertanya-tanya apa itu asfiksia yang menyebabkan Yai Mim meninggal dunia.
Berdasarkan rangkuman dari Tribunnews.com, berikut pengertian dari asfiksia.
Asfiksia adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.
Kekurangan oksigen ini dapat mengganggu fungsi organ vital, bahkan menyebabkan hilangnya kesadaran hingga kematian.
Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti reaksi alergi berat, benda asing yang menyumbat saluran napas, hingga paparan zat kimia berbahaya.
Baca juga: Lupakan Perseteruannya, Sahara Beri Ucapan Duka Meninggalnya Yai Mim di Kantor Polisi
Dalam situasi tertentu, penderita akan mengalami kesulitan bernapas, tidak mampu berbicara, serta menunjukkan tanda-tanda penurunan kesadaran.
Secara umum, asfiksia terbagi dalam beberapa jenis.
Dampaknya dapat memengaruhi fungsi organ penting seperti otak, jantung, ginjal, hingga sistem pencernaan.
Gejala asfiksia bervariasi, mulai dari batuk, kesulitan berbicara, suara serak, wajah pucat, hingga napas cepat dan kehilangan kesadaran.
Dalam beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami gangguan ingatan hingga kehilangan kontrol tubuh.
Penyebab asfiksia sangat beragam, di antaranya reaksi alergi berat (anafilaksis), penyakit asma, overdosis obat jenis opioid, tenggelam, hingga tersedak benda asing.
Selain itu, paparan zat kimia beracun seperti karbon monoksida dan sianida juga dapat memicu kondisi ini.
Para ahli mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor risiko serta penanganan cepat saat gejala muncul.
Pertolongan pertama yang tepat dapat menjadi penentu keselamatan penderita dalam kondisi darurat ini.
Kronologi Meninggalnya Yai Mim
Diketahui Yai Mim merupakan tersangka kasus dugaan pelecehan seksual dan pornografi.
Yai Mim resmi ditahan Polresta Malang Kota pada Senin (19/1/2026) malam atas kasus pelecehan seksual dan pornografi dari laporan Nurul Sahara.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, memberikan konfirmasi soal kematian Yai Mim.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun, benar tahanan kami atas nama Imam Muslimin (Yai Mim) telah meninggal dunia," ucapnya, mengutip SuryaMalang.com.
Ia menjelaskan, sebelum meninggal dunia, Yai Mim hendak menjalani pemeriksaan sebagai pelapor sekitar pukul 13.45 WIB.
Saat berjalan dari ruang tahanan menuju ruang pemeriksaan, kondisi Yai Mim tiba-tiba lemas dan langsung jatuh dalam posisi duduk.
Setelah itu ia langsung menjalani perawatan oleh tim dokter Polresta Malang Kota.
Sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang.
"Saat ini jenazahnya masih berada di RSSA Malang."
Proses visum akan diterapkan pada jenazah dalam rangka mengetahui penyebab kematiannya.
Kondisi Yai Mim Sebelumnya
Ipda Lukman mengatakan bahwa kondisi Yai Mim dalam kondisi baik sebelum meninggal dunia, bahkan selama di ruang tahanan.
Yai Mim juga sempat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin dari tim dokter di Polresta Malang Kota, pada 08.59 WIB.
"Sebelumnya gak ada keluhan. Tim dokter selalu rutin mengecek kondisi kesehatannya setiap Selasa dan Jumat."
"Tadi waktu diperiksa tensinya juga normal di angka 110/80," ucapnya.
(TribunBatam.id)