Jepara Dengan Program Ngantor Desa, 455 Persoalan Jadi Tantangan 2026
rival al manaf April 15, 2026 07:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Program Bupati Ngantor Desa yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jepara kini sudah berjalan 1 tahun sejak pertama kali dilaksanakan pada 15 April 2025.

Selama program tersebut berjalan satu tahun mengkover 672 usulan dan aduan maayarakat terkait persoalan dan permasalahan di tingkat desa. Di antaranya terkait persoalan infrastruktur jalan, kesehatan, kesejahteraan, pendidikan, hingga pelayanan.

Dari usulan dan aduan yang ada, Pemerintah Kabupaten Jepara baru menyelesaikan 217 usulan. Sisanya 455 usulan dan aduan menjadi persoalan yang harus diselesaikan pada tahun ini.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, Bupati Ngantor Desa membedah potensi wilayah secara tematik dan spesifik, sekaligus mempercepat penyelesaian atas persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Melalui program ini, konektivitas dan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Jepara dengan pemerintah desa semakin solid. Berdampak pada sejumlah indikator makro daerah menunjukkan tren positif.

Mas Wiwit menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jepara meningkat signifikan menjadi 5,91 persen. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen.

Pemkab Jepara juga menggenjot sektor infrastruktur melalui program "OTW Jepara Mulus" mampu merealisasikan pemeliharaan jalan sepanjang 421,84 kilometer pada 2025.

"Persoalan yang menjadi usulan masyarakat akan kami tuntaskan satu persatu di tahun 2026 ini," terangnya Rabu (15/4/2026).

Mas Wiwit mencontohkan, Kecamatan Kedung mampu mendukung peningkatan layanan kesehatan melalui penguatan fasilitas Pustu dalam bentuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Puskesmas Kedung untuk menciptakan lingkungan lebih sehat.

Kecamatan Nalumsari dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian dan ekonomi kreatif. Luas lahan pertaniannya mencapai 2.652 hektare, juga memiliki sektor industri furnitur ukir yang unggul. Seperti gebyog dan potensi destinasi wisata.

"Kami terus mendorong desa-desa untuk terus berinovasi dalam mengelola potensi yang ada melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Supaya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

Contoh lainnya, Kecamatan Mayong menunjukkan geliat ekonomi yang menjanjikan. Di antaranya dengan memaksimalkan potensi kerajinan genteng, gerabah, konveksi, juga destinasi wisata yang dimiliki.

Potensi yang dimiliki desa terus didorong untuk bisa dikembangkan agar pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat. (Sam)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.