Lawan Curanmor, Warga Gandaria Utara Jaksel Rakit E-Gate RFID dan GPS Motor Real-Time
Budi Sam Law Malau April 15, 2026 11:16 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Keresahan berubah menjadi inovasi.

Warga RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berhasil menciptakan sistem keamanan berlapis untuk melawan maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Tak lagi mengandalkan cara konvensional, warga kini menggunakan gerbang elektronik berbasis RFID (Radio Frequency Identification) hingga teknologi GPS real-time pada sepeda motor.

Baca juga: Beragam Modus Curanmor di Tanjung Priok Jakarta Utara, Salah Satunya Pelaku Pacaran dengan Korban

Langkah yang membuat pelaku kejahatan berpikir dua kali sebelum beraksi.

Ketua RT 11, Imam Basori, mengungkapkan inovasi ini lahir dari keresahan warga yang setiap tahun dihantui lonjakan kasus curanmor, khususnya saat Ramadan.

“Dari situ kami berpikir, tidak bisa lagi pakai cara lama. Harus ada sistem yang lebih canggih dan terukur,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Gerbang Canggih Berbasis RFID

Di pintu masuk gang, kini berdiri e-gate modern yang hanya bisa diakses menggunakan kartu khusus warga.

Gerbang ini otomatis terbuka ketika kartu ditempelkan ke sensor RFID.

Tak hanya berfungsi sebagai pengaman, gerbang dengan desain ukiran khas wayang itu juga menjadi simbol kolaborasi warga.

Seluruh proses pembangunan dilakukan secara gotong royong.

Mulai dari pengelasan hingga pemasangan sistem elektronik.

Sistem ini dioperasikan pada jam rawan, mulai pukul 00.00 hingga 05.30 WIB, dan kini telah terpasang di tiga titik akses lingkungan.

“Sejak ada gerbang ini, belum ada kejadian curanmor. Minimal ini jadi pencegahan,” tegas Imam.

Lapisan Kedua: GPS Motor Gratis

Tak berhenti di gerbang, warga menambahkan lapisan keamanan kedua berupa pemasangan GPS pada sepeda motor.

Perangkat ini memungkinkan pemilik melacak kendaraan secara real-time melalui aplikasi ponsel.

Baca juga: 2 Motor Hilang, Pelaku Curanmor Diduga Todongkan Senjata Api ke Warga di Cengkareng Jakarta Barat

Bahkan, GPS tersebut dilengkapi fitur pemantauan suara dan sistem magnet mini yang tersembunyi di kendaraan.

Menariknya, GPS ini dibagikan gratis kepada warga secara bertahap.

Dengan harga sekitar Rp300 ribuan per unit, program ini dinilai cukup terjangkau untuk diterapkan secara luas.

“Satu keluarga dapat satu. Kalau lebih, bisa beli sendiri,” jelas Imam.

Kunci Sukses: Gotong Royong dan Kepercayaan

Di balik teknologi, menurut Imam, kekuatan utama terletak pada solidaritas warga.

Melalui kegiatan rutin seperti arisan hingga perayaan bersama, hubungan sosial diperkuat hingga menciptakan sistem keamanan berbasis komunitas yang solid.

Hasilnya, lingkungan tak hanya lebih aman, tetapi juga lebih kompak.

Ke depan, warga bahkan berencana mengembangkan potensi ekonomi bersama, seperti membentuk usaha berbasis komunitas.

“Ingin bukan cuma aman, tapi juga sejahtera,” ujar Imam optimistis.

Langkah warga Gandaria Utara ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu harus mahal.

Dengan kepedulian, kolaborasi, dan keberanian untuk berubah, semuanya mungkin terwujud.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.