Peristiwa mengerikan dialami seorang penumpang wanita di dalam penerbangan. Dia dilecehkan oleh penumpang lain.
Kasus pelecehan seksual di penerbangan kembali terjadi dalam penerbangan maskapai Scoot Airlines. Peristiwa itu terjadi dalam penerbangan dari Singapura menuju Perth pada Senin (13/4/2026). Pelaku bernama Sudhir Kumar Chahuan.
Penumpang perempuan itu sempat ketakutan, tetapi berhasil menguasai diri dan melaporkan kepada awak penerbangan. Pramugari yang bertugas tanpa ragu memindahkannya ke tempat duduk lain.
Dikutip dari pada Kamis (16/4), staf penerbangan itu kemudian mengawasi Sudhir selama sisa penerbangan.
Tersangka langsung dijemput oleh polisi saat mendarat. Sudhir kemudian didakwa dengan dakwaan melakukan kekerasan seksual tanpa persetujuan dan beberapa dakwaan perbuatan tidak senonoh tanpa persetujuan.
"Setiap penumpang berhak merasa aman saat bepergian, terutama saat berada di dalam pesawat yang berdekatan dengan penumpang lain," kata Pelaksana Tugas Inspektur AFP Peter Brindal dalam sebuah pernyataan.
Brindal menyebut bahwa siapa pun yang diduga mengalami kontak yang tidak diinginkan, diimbau untuk segera memberi tahu pihak berwenang, baik staf maskapai penerbangan, atau keamanan bandara.
"Tidak ada tindakan tidak senonoh di dalam pesawat atau di bandara yang pantas, dan setiap pelancong yang melanggar hukum akan ditindak dengan cepat," kata dia.
Pelecehan seksual di dalam penerbangan merupakan masalah serius yang ditangani dengan kebijakan toleransi nol oleh maskapai di seluruh dunia. Jika insiden terjadi, awak kabin memiliki otoritas untuk segera memisahkan pelaku dari korban, memberikan peringatan keras, serta berkoordinasi dengan petugas keamanan bandara agar pelaku dapat langsung diamankan saat pesawat mendarat.
Secara hukum, tindakan ini dapat dijerat dengan undang-undang pidana kekerasan seksual yang berlaku, dengan ancaman sanksi berupa denda hingga penjara. Oleh karena itu, penumpang yang mengalami atau menyaksikan pelecehan sangat disarankan untuk segera melapor kepada kru pesawat, mencatat detail kejadian, dan menghindari konfrontasi fisik demi menjaga keselamatan penerbangan.





