TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik ( TKA ) perdana di SMPN 1 Nunukan berlangsung lancar.
Pasalnya, ujian ini digelar bersamaan dengan Asesmen Nasional (AN) yang diikuti ratusan siswa kelas 9.
Sebanyak 270 siswa ambil bagian dalam TKA, yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di SMPN 1 Nunukan
Demi kelancaran, pihak sekolah membagi pelaksanaan menjadi tiga gelombang.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 1 Nunukan, Suriana, mengungkapkan bahwa setiap gelombang berlangsung selama dua hari.
“Pelaksanaan TKA dibagi menjadi tiga gelombang karena jumlah siswa cukup banyak.
Setiap gelombang berlangsung dua hari,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Bagaimana Pelaksanaan TKA di Nunukan? Ini Penjelasan Terbaru Kadis Pendidikan
Pada hari pertama, siswa mengerjakan mata pelajaran Matematika, sementara hari kedua Bahasa Indonesia.
Menariknya, di waktu yang sama siswa juga mengikuti Asesmen Nasional (AN).
Pada hari pertama AN, siswa mengerjakan asesmen Matematika dan survei karakter, sedangkan hari kedua Bahasa Indonesia dan survei lingkungan belajar.
Pihak sekolah tak main-main dalam mempersiapkan ujian ini.
Sebelum pelaksanaan, siswa diwajibkan mengikuti gladi atau simulasi agar lebih siap menghadapi soal-soal berbasis literasi.
Tak hanya itu, bimbingan belajar tambahan juga diberikan di luar jam sekolah.
Meski begitu, hasil ujian belum bisa langsung diketahui.
Sekolah masih menunggu hasil resmi dari pusat yang dijadwalkan keluar dalam waktu dekat.
“Nantinya hasil akan disampaikan langsung oleh pusat,” jelas Suriana.
Yang bikin penasaran, siswa yang mengikuti TKA akan mendapatkan sertifikat.
Sertifikat ini disebut-sebut bisa digunakan untuk berbagai keperluan penting, mulai dari Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) hingga persyaratan beasiswa.
Bahkan, bukan tidak mungkin sertifikat ini juga menjadi syarat masuk sekolah tertentu, termasuk sekolah kedinasan.
Meski TKA tidak menjadi penentu kelulusan, sekolah tetap menganjurkan seluruh siswa untuk ikut.
Bagi siswa yang berhalangan, seperti sakit, akan diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan.
Kelulusan sendiri tetap ditentukan dari nilai selama tiga tahun, termasuk rapor, sikap, dan kehadiran siswa.
Dalam pelaksanaannya, suasana ujian terpantau cukup santai.
Hal ini karena TKA hanya bertujuan memotret kemampuan akademik siswa, bukan sebagai penentu lulus atau tidak.
Ujian dilaksanakan secara daring menggunakan komputer sekolah, tanpa diperbolehkan membawa perangkat pribadi seperti ponsel atau laptop.
Setiap mata pelajaran dikerjakan dalam waktu 1 jam 45 menit.
Sementara itu, hasil ujian dijadwalkan akan diumumkan pada bulan Mei, menjelang pengumuman kelulusan.
Pihak sekolah juga terus mengimbau siswa untuk menjaga kesehatan selama pelaksanaan ujian berlangsung.
(*)
Penulis: Fatimah Majid