Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung– Suasana hangat terlihat saat kakak beradik duduk dengan kompak sambil membuka buku sains di SD Az Zahra Bandar Lampung, Jumat (10/4/2026).
Sang adik dengan rasa ingin tahu yang besar berulang kali bertanya kepada kakaknya mengenai berbagai gambar ilmiah yang mereka temukan di buku tersebut.
Ia adalah Nuhabia Clio Hadibrata Kelas 4 Al Haitami dan adiknya, Numanha Sorcha Hadibrata kelas 2 Abu Daud, yang baru saja pulang membawa medali dari ajang bergengsi STEMCO Global Final 2026 di Singapura.
Dua srikandi cilik ini membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk bersaing dengan puluhan negara di dunia.
Dalam babak final yang menegangkan, Clio berhasil menyabet Bronze Medal, sementara sang adik, Sorcha, meraih gelar Honorable Mention.
Baca juga: Siti Azzahra Siswi SD IT Baitul Jannah Khatam Al-Quran dalam Seminggu
Perjalanan mereka menuju Singapura tidaklah instan. Mereka harus melewati tahap seleksi nasional.
Dari total 43 negara yang mengikuti babak awal, hanya 11 negara terbaik yang berhasil lolos ke babak Global Final.
Clio dan Sorcha adalah bagian dari sedikit anak Indonesia yang mampu menembus ketatnya persaingan tersebut.
"Ini pertama kalinya kami ikut kompetisi internasional di luar negeri, jadi rasanya agak tegang. Apalagi melihat peserta dari negara lain yang terlihat hebat-hebat," ujar Clio saat berbagi pengalamannya Jumat (10/4/2026).
Meski sempat merasa takut, keduanya tampil percaya diri. Sebelum terbang ke Singapura, kakak-beradik ini memang sudah sering mendapat juara.
Tercatat, keduanya sama-sama meraih Medali Emas di tingkat Nasional dalam ajang STEMCO Indonesia 2025 sebagai tiket menuju babak global.
Clio juga menceritakan bahwa dirinya belajar sains sejak duduk di kelas 2 SD. Sedangkan sang adik baru ikut perlombaan di 2025 kemarin.
Hari-hari mereka dihabiskan dengan belajar. Clio menceritakan jadwal kesehariannya yang sangat padat.
Selain sekolah, ia mengikuti kelas Olimpiade (Olim Team) hingga pukul 18.30, dilanjutkan dengan kursus piano, matematika, hingga bahasa Inggris.
"Kadang memang merasa lelah, tapi saya pikir lebih baik lelah karena belajar daripada menjadi bodoh di masa depan," tegas Clio.
"Namun lebih baik lelah belajar daripada bodoh di masa depan,” tambahnya.
Bagi Clio, sains adalah dunia yang seru. Ia yang bercita-cita menjadi dokter ini sangat menyukai Biologi karena senang mempelajari klasifikasi hewan. Namun juga menikmati tantangan berhitung di bidang Fisika.
Sementara itu, Sorcha yang masih duduk di kelas 2 pun tak kalah semangat. Meski awalnya merasa Sains itu sulit. Keberhasilannya meraih emas di tingkat nasional memacunya untuk terus maju.
Prestasi mereka di tahun 2025 dan 2026 sungguh mencengangkan. Berikut adalah beberapa pencapaian fantastis mereka:
1. Bronze medal Stemco Global Final Sciences Grade 4 2026
2. Medali perak Sains kelas 4 IMSO Heat Round 2026
3. Juara 1 Sains level 2 penyisihan JSO 2026
4. Gold medal primary 4 Hongkong International Science Olympiad Heat Round 2026
5. Emerald Awardee Science level B Final Olimpiade Nusantara 2026
6. Medali Perunggu IPA kelas 4 OSI 2 2026
7. Gold Science grade 4 STEMCO National Round Indonesia 2025
8. Medali emas bidang science Grand Final Nasional COSMII 2025
9. Rank Sapphire bidang Science & English level B Olimpiade Nusantara 5 tingkat Provinsi
10. Medali perunggu matematika OSI 2025
11. Medali perak IPA OSI 2025
12. Medali emas Olimpiade IPA COSMII 2025 tingkat provinsi
13. Medali perunggu The Story A1 IKLC 2025
1. Honorable mention the start (pre A1) International kangaroo linguistic contest 2025
2. Medali perak math olympiad OMNI SAINS 2025
3. rank sapphire english level A Kompetisi Olimpade Nusantara 5 2025
4. rank sapphire science level A Kompetisi Olimpade Nusantara 5 2025
5. Medali perunggu Olimpiade IPA regional lampung COSMII 2025
6. Medali perunggu bidang Science Grand Final COSMII 2025
7. Gold medal kategori sains national round stemco 2025
8. Honorable mention kategori sains grade 2 global round stemco 2026
9. Juara 2 olimpiade ipa kategori level 1 JSO 2026
10. Medali perunggu Science Olympiad Hongkong International Science Olympiad 2026.
Dengan deretan prestasi yang mereka miliki, mereka tidak merasa puas dan masih ingin berkompetisi.
Bahkan untuk besok mereka rencananya akan ikut lomba lagi di bidang sains.
Namun Clio mengungkapkan bahwa nantinya dirinya akan mencoba di bidang Matematika.
“Walaupun aku tidak terlalu mahir di matematika, nanti aku akan mencoba untuk ikut lomba matematika,” tuturnya.
Meski sibuk berkompetisi, sang Ibu tetap memastikan anak-anaknya memiliki waktu untuk penyegaran.
Setiap akhir pekan, mereka rutin berolahraga renang agar kondisi fisik tetap prima. Mereka juga mengikuti les piano dan Sorcha mendapat les tambahan focal.
Kisah Clio dan Sorcha adalah bukti nyata bahwa kombinasi antara minat yang kuat, dukungan orang tua, dan kerja keras yang konsisten dapat melahirkan prestasi tingkat dunia.
Kini, mereka kembali bersiap untuk tantangan berikutnya, membuktikan bahwa dari Lampung, bakat-bakat besar siap mengguncang dunia.
( Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)