TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Harapan baru mulai tumbuh di deretan hunian sementara (huntara) bagi korban longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, yang terjadi pada November 2025.
Sebanyak 56 kepala keluarga (KK) kini menempati huntara yang dibangun bertahap sebagai solusi relokasi dari kawasan rawan bencana.
Adapun lokasi huntara berada di Desa Jenang, Kecamatan Majenang.
Tahap pertama relokasi dilakukan pada Januari 2026 dengan 17 KK mulai menempati huntara yang telah disiapkan pemerintah.
Selanjutnya, pada Maret 2026, sebanyak 39 KK menyusul menempati unit huntara hingga total penghuni mencapai 56 KK.
Di balik deretan bangunan sederhana itu, geliat kehidupan perlahan kembali terlihat dari aktivitas warga sehari-hari.
Salah satu penghuni, Yuyung, mengaku bersyukur dengan kondisi huntara yang dinilai aman dan cukup nyaman untuk ditinggali.
“Alhamdulillah aman, sekarang mulai buka usaha lagi, kopi bubuk disangrai sendiri, bahannya asli dari Majenang,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menuturkan, selama kurang lebih tiga bulan tinggal di huntara, usahanya mulai kembali berjalan dan membantu perekonomian keluarga.
“Alhamdulillah mulai lancar, tempatnya juga nyaman, walaupun masih ada yang belum selesai direnovasi,” tambahnya.
Aktivitas ekonomi kecil seperti warung dan usaha rumahan mulai bermunculan di kawasan huntara, menandakan pemulihan yang berangsur terjadi.
Konstruksi permanen
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan seluruh warga dari zona merah dan kuning kini sudah direlokasi ke huntara.
“Ada 56 kepala keluarga yang sudah direlokasi, dan saat ini mereka sudah menempati hunian sementara,” jelasnya.
Menurutnya, huntara yang dibangun memiliki konstruksi permanen sehingga dinilai cukup layak sebagai tempat tinggal sementara.
“Secara konstruksi cukup layak, bahkan aktivitas ekonomi warga juga mulai menggeliat dan lingkungannya lebih aman dibanding lokasi sebelumnya,” katanya.
Baca juga: Daftar Harga Emas Hari Ini Kamis 16 April 2026
Ia menambahkan, konsep huntara yang dibangun merupakan rumah tumbuh yang nantinya akan dikembangkan menjadi hunian tetap (huntap).
“Nanti akan dikembangkan ke depan, dari ukuran awal menjadi lebih luas sekitar 5x14 meter,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga mulai membenahi infrastruktur pendukung seperti drainase dan akses jalan yang sudah diaspal.
Saat ini, proses pengajuan pembangunan hunian tetap tengah dilakukan ke pemerintah pusat melalui BNPB dan Kementerian Keuangan.
“Kami berharap prosesnya segera selesai sehingga pembangunan huntap bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.
Dengan lahan yang telah disiapkan, pemerintah optimistis relokasi ini menjadi langkah awal bagi warga untuk kembali hidup lebih aman dan layak. (ray)