Sekda Junda Sebut IPM Sulbar Masih di Bawah Rata-rata Nasional Hingga Stunting 35 Persen
Ilham Mulyawan April 16, 2026 08:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana mengatakan, arah pembangunan Sulawesi Barat tahun 2025–2030 yang mengusung visi “Maju dan Sejahtera” sudah tepat. 

Pemerintah menargetkan peningkatan infrastruktur hingga 90 persen, pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen, serta penurunan angka kemiskinan ke kisaran 5–6 persen.

Namun demikian, ia mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi.

Baca juga: Pilu! Ibu di Polman Rawat Anak Sakit Bertahan Hidup dari Mencari Buah Kelapa

Baca juga: DPRD Sulbar Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Gubernur Tahun 2025

Mulai rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) yang masih berada di bawah rata-rata nasional, tingginya angka stunting yang mencapai sekitar 35 persen, serta daya saing daerah yang masih tertinggal.

“Kalau stunting tidak kita tangani, maka kita akan kesulitan mencapai generasi emas 2045,” tegas Junda saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tokoh Agama bertajuk “Religious Leader: Kepemimpinan Tokoh Agama dalam Menjaga Ketahanan Sosial” di Hotel Grand Putra Mamuju, Kamis (26/4/2026).

Junda menyampaikan,  membangun manusia unggul dan berkarakter merupakan salah satu misi dalam panca saya Gubernur Sulbar Suhardi Duka.  

Junda menyebut tiga ciri utama manusia unggul, yakni memiliki kekuatan spiritual, intelektual, dan kemampuan adaptasi dalam kehidupan.

Hal ini penting dalam menyikapi dinamika pembangunan dan perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kepentingan global menuntut SDM untuk terus beradaptasi. 

“Saya meyakini peran tokoh agama sangat besar dalam membentuk manusia yang unggul dan berkarakter. Ini penting agar masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan, baik lokal maupun global,” tambahnya. 

Kontribusi Nyata

Ia berharap melalui kegiatan ini, para tokoh agama dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga sosial dan ekonomi, termasuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah dalam pembangunan daerah.

Mengakhiri sambutannya, Junda menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk terus mendukung upaya penguatan ketahanan sosial masyarakat.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan peningkatan kapasitas tokoh agama atau Religious Leader secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkas Junda Maulana. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.