TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Tengah, Narny Helmi Kwarta, resmi menyandang gelar magister hukum (MH) Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Istri dari Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf ini, turut mengikuti wisuda priode pertama UMI.
Wisuda priode pertama ini berlangsung tiga hari di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis-Sabtu (16-18/4/2026).
Di hari pertama ini, ada 1.099 wisudawan yang mengikuti proses wisuda dari total 3.024 peserta.
Terdiri dari 661 lulusan program sarjana dan profesi serta 438 lulusan program pascasarjana.
Narny hadir didampingi sang suami, dan dua putranya, berbaur bersama 1.098 wisudawan lainnya.
Adapun judul tesis yang diangkat Narny yaitu, "Inplementasi Restoratif Justice dalam Penyelesaian Perkara Pidana pada tahap Penyidikan".
Tesis yang diangkat Narny pun dinyatakan lulus dengan pujian atau cumlaude.
Menurut Narny, penyelesaian perkara pidana melalui RJ ini akan memberikan banyak manfaat, diantaranya menciptakan suasana kembali baik antara para pihak yang berperkara.
"Kemudian, mengurangi pembiayaan negara dalam hal penanganan narapidana dan memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat bahwa hukum tidak selamanya berujung pada pemidanaan, tapi pemaafan kepada tindak pidana itu lebih baik," ujarnya saat Yudisium.
Pada momentum wisuda ini, UMI menampilkan kekuatan akademik lanjutan, dengan kontribusi lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Profesi Akuntan, Fakultas Hukum, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, serta 16 program studi di Pascasarjana UMI.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa UMI tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga memperkuat pendidikan profesi dan pascasarjana sebagai pusat keunggulan ilmu.
Rektor UMI Prof Dr H Hambali Thalib, dalam pidatonya menegaskan, bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik belaka.
"Ini pertemuan antara perjuangan mahasiswa, pengorbanan orang tua, dan pertolongan Allah yang akhirnya berbuah gelar," ujar Prof Hambali Thalib.
Secara keseluruhan, pada periode ini UMI meluluskan 2.030 sarjana strata satu, 545 lulusan pendidikan profesi, 372 magister, 66 doktor, dan 11 diploma tiga.
Menurut Prof Hambali, angka itu bukan sekadar statistik, tetapi penanda bahwa UMI sedang melahirkan ribuan agen perubahan dan pemimpin masa depan negeri.
Pada kesempatan itu, Prof Hambali juga memaparkan kekuatan kelembagaan UMI.
Hingga saat ini, UMI telah memiliki 142.995 alumni dan 117 guru besar, yang menempatkan UMI sebagai perguruan tinggi swasta dengan guru besar terbanyak di Indonesia.
"UMI juga disebut sebagai kampus pertama, baik negeri maupun swasta di luar Pulau Jawa, yang meraih akreditasi Unggul," ujarnya.
Selain itu, UMI saat ini memiliki 67 program studi pada berbagai jenjang, dengan sekitar 50 persen terakreditasi Unggul dan A.
UMI, lanjut Prof Hambali, juga terus memperluas pengembangan akademiknya.
Beberapa capaian terbaru antara lain pembukaan Program Magister Teknik Industri yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia Timur, pembukaan Program Magister Kenotariatan sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia Timur.
Selain itu, ada juga pengembangan sejumlah program baru seperti Pendidikan Profesi Guru Agama, Doktor Teknik Kimia atau Rekayasa Kimia, Doktor Teknik Sipil, hingga rencana pembukaan Magister Biomedik dan sejumlah program spesialis di Fakultas Kedokteran.(*)