Konser Ceramah Satukan 14 Seniman Kalbar, Peri Rakhmadi Ungkap Ada Cerita di Balik Musik
Rivaldi Ade Musliadi April 17, 2026 09:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 14 seniman dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat tampil dalam Konser Ceramah “Harmoni Bumi Enggang Gading: Residensi Musik Tradisi Kalimantan Barat” di Port 99, Jl. Komodor Yos Sudarso No.99, Sungai Jawi Luar, Kota Pontianak, Kamis 16 April 2026. 

Penerima manfaat Dana Indonesiana, Peri Rakhmadi, mengatakan konser ceramah tidak hanya menampilkan pertunjukan musik saja tetapi juga memuat nilai edukasi.

“Jadi konser itu juga kita seperti menginformasikan, memberikan sebuah cerita dibalik karya yang mereka buat. Jadi konsernya tidak secara gamblang konser formal setelah main, selesai. Tapi akan ada cerita dibalik itu yang akan dideskripsikan para kelompok-kelompok yang bermain,” kata peri. 

Ia menjelaskan, cerita yang diangkat dalam konser tersebut berfokus pada proses kreatif para seniman selama mengikuti program residensi musik.

• Modus COD Berujung Penipuan, Pria 32 Tahun Diciduk Tim Maung Polsek Pontianak Utara

Dalam proses itu, para seniman dari berbagai latar belakang budaya dan pengetahuan musik saling bertemu dan bertukar pemikiran.

“Banyak terjadi pertemuan bahkan benturan mindset. Tapi dari situ mereka menemukan benang merah, saling toleransi, dan memahami bahwa setiap budaya punya ciri khas masing-masing. Yang mana sebenarnya spirit mereka masing-masing itu sama, ingin memajukan kebudayaan, melestarikan. Itu bisa beriringan dalam konser ceramah,” jelasnya.

Konser Ceramah ini merupakan hasil dari kegiatan residensi musik selama kurang lebih enam hari.

Sebanyak 14 seniman dari 14 kabupaten/kota di Kalbar dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Masing-masing seniman membawa alat musik yang di lingkungannya kemudian dipadukan dalam konser tersebut.

“Ini konser yang menghimpun banyak perbedaan, perbedaan alat musik, wawasan, budaya, tapi bisa bersatu dalam satu panggung,” ucapnya.

Peri menuturkan, dirinya telah lama berkecimpung dalam kegiatan kebudayaan termasuk berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Melalui program Dana Indonesiana, ia melihat adanya peluang untuk mengembangkan kebudayaan daerah dengan dukungan pemerintah.

“Saya pikir kenapa tidak memanfaatkan program ini untuk mengembangkan budaya di daerah kita,” tuturnya. 

Selain itu, Peri merupakan budayawan dan musikolog asal Kalimantan Barat. Ia adalah lulusan magister dari Université de Poitiers dan Université de Tours, Prancis. 

Selain aktif sebagai seniman dan peneliti budaya Melayu Kalbar, ia juga kerap terlibat dalam berbagai program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Karya-karyanya telah ditampilkan di tingkat nasional hingga internasional.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kebudayaan.

“Setiap daerah punya identitas yang sangat berharga. Tinggal bagaimana kita menggali dan mengembangkannya,” ucapnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.