TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kamu sedang mendari informasi pendaftaran manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih atau pegawai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)?
Saat ini, Pemerintah membuka rekrutmen nasional untuk posisi manajer Kopdes Merah Putih dan pegawai Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas, 30.000 manajer Kopdes Merah Putih nantinya akan diangkat menjadi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Pendaftaran dibuka mulai hari ini. Jadi tolong disampaikan secara terbuka hari ini tanggal 15 April 2026 hingga 24 April 2026," kata Zulhas dalam rapat di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (15/4/2026) dikutip dari Kompas,com.
Menurut Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam akun Instagram @kemenkop, link untuk pendaftaran sebagai manajer Kopdes Merah Putih, yakni phtc.panselnas.go.id.
Pendaftaran untuk posisi manajer Kopdes Merah Putih dibuka sejak 15 hingga 24 April 2026.
"Pemerintah membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung dalam Rekrutmen Nasional 30.000 Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Masa pendaftaran resmi berlangsung mulai tanggal 15 hingga 24 April 2026," bunyi unggahan dalam akun Instagram @kemenkop.
Pada unggahan Instagram @kemenkop, terdapat dua persyaratan untuk posisi tersebut, yakni:
"Seluruh tahapan pendaftaran ini tidak dipungut biaya apapun," bunyi unggahan dalam akun Instagram @kemenkop.
Namun Zulhas memastikan bahwa rekrutmen nasional bagi 30.000 manajer Kopdes Merah Putih akan menyaring kandidat terbaik.
"Jadi, tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada pihak yang menjamin kelulusan," kata Zulhas.
Zulhasjuga mengimbau calon pelamar untuk mewaspadai oknum yang memberikan iming-iming kelulusan dengan meminta imbalan tertentu.
"Bila ada pihak yang minta imbalan, nanti janji lulus, nah itu berarti menipu, berbohong," ujar Zulhas.
Lebih lanjut Zulhas meminta semua elemen untuk mengawal rekrutmen secara jujur, disiplin, dan transparan agar sosok yang terpilih benar-benar yang terbaik untuk menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Kepada putra-putri terbaik Indonesia, inilah saatnya mengambil bagian nyata. Negara memanggil saudara-saudara sekalian untuk hadir di desa, di kelurahan," ujar Zulhas.
KDMP adalah Koperasi Desa Merah Putih, program nasional pemerintah untuk membangun ekonomi desa dari bawah melalui koperasi multifungsi yang menggerakkan berbagai usaha seperti pangan, logistik, simpan pinjam, dan layanan lainnya.
KDMP dibentuk untuk memperkuat UMKM, menciptakan kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat desa melalui semangat gotong royong dan digitalisasi.
Pusat Ekonomi Desa: Mengelola berbagai layanan seperti kios pangan, apotek, pangkalan gas, klinik kesehatan, dan logistik.
Penguatan UMKM: Menyediakan akses modal, pasar, serta menghubungkan petani/nelayan dengan pembeli secara adil.
Kemandirian Pangan: Memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras Bulog.
Pemerataan Ekonomi: Mengurangi kemiskinan dan kesenjangan dengan membangun ekonomi dari tingkat paling bawah.
Digitalisasi: Menerapkan transaksi digital dan sistem kasir modern untuk efisiensi.
Kolaborasi BUMN: Terintegrasi dengan ekosistem BUMN untuk penyediaan pupuk, gas, dan lainnya.
Basis Gotong Royong:
Mengembangkan kembali semangat kebersamaan dan kekeluargaan di desa.
Model Bisnis Modern:
Menggabungkan fungsi tradisional koperasi (simpan pinjam) dengan model bisnis kekinian.
Dukungan Pemerintah:
Mendapat dukungan dari berbagai kementerian (Keuangan, PDN, dll.) untuk pendanaan dan regulasi.
Mitra Bank:
Bekerja sama dengan perbankan (misalnya Bank Jateng) sebagai agen bank untuk memperluas layanan.
Intinya, KDMP adalah koperasi masa depan yang modern, multifungsi, dan digital untuk menjadikan desa lebih kuat secara ekonomi dan mandiri.