TRIBUNNEWS.COM - Tercatat ada empat klub Inggris yang masih bertahan di kompetisi Eropa musim 2025/2026.
Tepatnya di babak semifinal, mulai ajang Liga Champions, Liga Eropa hingga Liga Konferensi Eropa.
Di Liga Champions, ada Arsenal yang menjadi satu-satunya tulang punggung klub Inggris yang masih bersaing.
Dikala lima wakil Inggris lainnya sudah gugur, Arsenal masih menjaga nafas klub negara tersebut tetap ada.
Hal serupa juga dirasakan Crystal Palace sebagai wakil tunggal klub Inggris di Liga Konferensi Eropa.
Bahkan dapat dikatakan, sudah sejak awal kompetisi, menjadi Palace menjadi satu-satunya wakil Inggris di ajang tersebut.
Sementara di Liga Eropa alias kasta kedua kompetisi Benua Biru.
Dua klub asal Inggris yang masih bertahan yakni Aston Villa dan Nottingham Forest akan terlibat perang saudara.
Baca juga: Fakta Semifinal Liga Champions: Rekor Anyar PSG, Arsenal & Atletico, Peluang Treble Bayern
Dengan masih adanya empat klub Inggris yang bertahan di tiga kompetisi Eropa pada akhir musimn ini.
Maka, ada kesempatan bagi sepak bola Inggris untuk mencetak sejarah langka.
Yakni merajai semua kompetisi Eropa pada musim yang sama.
Dan hal itu bisa terwujud pada musim ini, jika pemenang tiga kompetisi Eropa mampu dimenangkan klub asal Inggris.
Hanya saja, bukan perkara mudah bagi klub Inggris untuk bisa mewujudkan skenario yang tergolong gila tersebut.
Hal ini mengingat beratnya perjalanan termasuk lawan-lawan yang akan dihadapi klub Inggris, sebelum berhak mengangkat trofi di akhir kompetisi Eropa musim ini.
Dimulai dari perjuangan Arsenal di Liga Champions, alias kasta tertinggi sepak bola Eropa.
Sebagai satu-satunya klub Inggris di babak semifinal, tantangan yang dihadapi Meriam London untuk bisa lolos ke final, hingga menjadi juara, tentu tidak mudah.
Karena tim besutan Mikel Arteta dikepung tiga raksasa Eropa yang berasal dari negara yang berbeda-beda.
Di semifinal, Arsenal akan berhadapan dengan Atletico Madrid yang berhasil menyingkirkan Barcelona di babak 8 besar.
Laga melawan Atletico sebenarnya sudah pernah dilakoni Arsenal di fase liga Liga Champions musim ini.
Kebetulan, Arsenal mampu mengalahkan Atletico dengan skor telak 4-0 di Stadion Emirates.
Namun, sejak saat itu, Atletico jelas telah berubah, dan Arsenal tidak bisa menjadikan kemenangan pada pertemuan pertama musim ini sebagai patokan.
Alhasil, jika tidak ingin tersingkir tragis seperti musim lalu melawan PSG di babak yang sama.
Arsenal harus mengeluarkan kekuatan terbaiknya untuk bisa menyingkirkan Atletico, demi bisa lolos ke babak final.
Seandainya bisa melewati hadangan Atletico Madrid, dua lawan tangguh sudah siap menunggu Arsenal di final.
Entah Bayern Munchen yang tampil fenomenal musim ini, atau PSG selaku juara bertahan kompetisi.
Salah satu dari tim tersebut bakal menjadi lawan berat yang dihadapi Arsenal, jika ingin pecah telur, memenangkan gelar Liga Champions perdana dalam sejarahnya.
Beralih ke Liga Eropa, duel sesama tim Inggris di babak semifinal, yang mempertemukan Aston Villa dan Nottingham Forest, sebenarnya menyisakan hal positif sekaligus negatif.
Positifnya ialah Inggris otomatis sudah berhak menempatkan satu timnya di laga puncak Liga Eropa musim ini.
Negatifnya, Inggris gagal mengulangi momen epic musim lalu, ketika menyajikan All England Final di laga perebutan gelar juara.
Entah Aston Villa atau Nottingham yang bakal melaju ke babak final Liga Eropa.
Salah satu klub tersebut, harus menyiapkan mental untuk melawan klub underdog di final, entah Freiburg atau Braga.
Dongeng Indah sang Juara Piala FA Musim lalu
Sementara di Liga Konferensi Eropa, Crystal Palace sebagai satu-satunya wakil Inggris di sejak bergulirnya turnamen ini, jelas menjadi tumpuan utama.
Sekalinya terpeleset, maka harapan sepak bola Inggris untuk merajai kompetisi Eropa bakal langsung ambyar.
Beruntungnya, sekalipun tertatih di Liga Inggris, juara Piala FA musim lalu itu mampu menunjukkan taring di Eropa.
Lolos ke semifinal usai menyingkirkan tim sekelas Fiorentina yang menjadi langganan final turnamen, jelas menjadi capaian yang positif bagi langkah Crystal Palace yang tampil perdana di Eropa kali ini.
Setelah melewati Fiorentina, Crystal Palace kini dihadapkan dengan klub berpengalaman asal Ukraina, Shakhtar Donetsk.
Laga melawan Shakhtar Donetsk yang diketahui sudah berpengalaman merasakan pahit manisnya kompetisi Eropa jelas menjadi tantangan bagi Crystal Palace untuk menciptakan dongeng indah di turnamen ini.
Andai bisa melewati ujian Shakhtar, Strasbourg atau Rayo Vallecano akan menjadi lawan ideal bagi Crystal Palace di final.
Layak dinanti seperti apa akhir perjalanan dari klub Inggris di tiga kompetisi berbeda Eropa musim ini?
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)