Unitomo Surabaya Siapkan Lulusan Siap Kerja Global Lewat Migrant Center
Titis Jati Permata April 17, 2026 12:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak dengan menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja internasional melalui pembentukan migrant center.

Langkah ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam upaya meningkatkan kualitas dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Pembentukan Migrant Center

Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, menegaskan kampusnya siap mengambil peran strategis melalui pembentukan migrant center sebagai pusat layanan terpadu bagi calon dan purna PMI.

Baca juga: Dorong Regulasi Berbasis Akademik, Unitomo Surabaya Gandeng DPR RI Bahas UU PSDN

“Migrant center ini tidak hanya menjadi tempat penyiapan keberangkatan, tetapi juga pusat pelatihan, pendampingan, advokasi, serta pemberdayaan. Kami ingin memastikan lulusan Unitomo dan masyarakat umum memiliki kesiapan kerja yang kompetitif di tingkat global,” jelasnya kepada SURYA.co.id, Jumat (17/4/2026).

Jembatani Kebutuhan Dunia Kerja dan Pendidikan

Ia menambahkan, fasilitas tersebut nantinya terbuka tidak hanya bagi mahasiswa dan alumni Unitomo, tetapi juga lulusan perguruan tinggi lain serta SMA/SMK yang ingin bekerja di luar negeri secara profesional dan terlindungi.

Melalui inisiatif ini, Unitomo berupaya menjembatani kebutuhan dunia kerja internasional dengan dunia pendidikan. 

"Kehadiran migrant center diharapkan menjadi penghubung antara pemerintah, industri global, dan institusi pendidikan dalam mencetak PMI yang berkualitas, terlindungi, serta berdaya saing tinggi," lanjutnya.

Langkah ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai lembaga pendidikan akademik, tetapi juga sebagai motor penggerak peningkatan kualitas tenaga kerja nasional di kancah global.

Perlindungan PMI yang Lebih Komprehensif

Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyampaikan kolaborasi dengan perguruan tinggi bertujuan membangun ekosistem perlindungan PMI yang lebih komprehensif. 

Hal ini mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset, hingga pengembangan kompetensi tenaga kerja migran.

“Sinergi ini penting agar Indonesia mampu mengirimkan pekerja migran dengan keterampilan menengah hingga tinggi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.