SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Embarkasi Surabaya siap melayani 44.087 orang calon jemaah haji tahun 2026.
Berasal dari berbagai daerah, Embarkasi Surabaya siap menyambut jemaah haji asal Jawa Timur sebanyak 42.409 orang, Bali sebanyak 698 orang, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 516 orang.
“Pelayanan yang baik akan mencerminkan kualitas penyelenggaraan haji di Tanah Air. Untuk itu, citra Pemerintah Provinsi Jawa Timur berada di pundak PPIH Embarkasi Surabaya,” kata Gubernur Khofifah kepada SURYA.co.id saat pelantikan PPIH Embarkasi Surabaya oleh Menteri Haji dan Umrah RI, M Irfan Yusuf, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Ibadah Haji 2026, Menteri Irfan Incip Menu Jamaah Haji selama Perjalanan di Pesawat
“Maka niatkan setiap pengabdian ini lillahi ta’ala, niatkan melayani para calon tamu Allah. Insya Allah semua lelah akan berkah dan bernilai pahala,” imbuhnya.
Total ada sebanyak 23 orang yang dilantik sebagai PPIH Embarkasi Surabaya.
Para petugas diamanahi untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi jamaah agar dapat menunaikan ibadah sesuai syariat, sekaligus mewujudkan kemandirian dan ketahanan dalam penyelenggaraan haji.
Dikatakan Khofifah, para jemaah haji kloter pertama akan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dari Kabupaten Probolinggo, sedangkan kloter terakhir akan diberangkatkan pada 20 Mei 2026 dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten/Kota Kediri, dan Kota Surabaya.
Ia menyebut, rangkaian penyelenggaraan tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab yang diemban.
Dengan demikian, tugas PPIH Embarkasi Surabaya menjadi amanah nasional, karena jamaah yang dilayani tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari Bali dan NTT
“Apabila pelayanan PPIH baik, maka citra pemerintah juga baik, begitu pula sebaliknya. Maka mari kita berikan dedikasi terbaik,” tambahnya.
Maka dari itu, lanjutnya, dirinya menekankan pentingnya seluruh petugas untuk bersinergi dan berkolaborasi, saling menghargai setiap peran, serta bekerja dengan penuh dedikasi.
Ia yakin, seluruh petugas haji akan memberikan pelayanan terbaikdan maksimal kepada jemaah.
“Inilah pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, mulai aspek pelayanan, transportasi, kesehatan, hingga keamanan supaya seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji berjalan tertib, lancar, dan responsif terhadap dinamika di lapangan,” imbuhnya.
Untuk itu, dirinya berharap seluruh petugas PPIH dapat melayani jamaah dengan sebaik-baiknya, melakukan inovasi dalam pelayanan, beradaptasi dengan kondisi, serta mampu mengambil keputusan cepat dan tepat.
“Bismillah, dengan ridho Allah, semoga seluruh rangkaian proses ibadah Haji tahun ini dapat berjalan lancar, penuh berkah, serta membawa para jamaah kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur,” tutupnya.
Usai pelantikan, Gubernur Khofifah bersama Menteri Haji dan Umrah RI juga berkesempatan melakukan meal test atau uji kelayakan makanan bagi calon jamaah Haji untuk penerbangan di pesawat.
“Antisipasi makanan yang mungkin tidak suka pedas itu sudah terantisipasi sehingga ada bumbu atau sambal yang disiapkan terpisah. Jadi bisa disesuaikan selera masing-masing,” jelasnya.