Populasi Membludak, Ikan Sapu-sapu Disebut Bisa Rusak Tanggul dan Turap Sungai
Jaisy Rahman Tohir April 18, 2026 10:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Pemerintah Kota Jakarta Selatan terus melakukan upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu.

Kasi Perikanan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Arief Prakoso, menilai populasi ikan sapu-sapu sudah berlebihan atau over population.

"Jadi kita berusaha melakukan pengendalian populasi ikan sapu-sapu yang memang sudah over-population, merusak ekosistem perairan kita, dan juga sesuai arahan Gubernur pastinya," kata Arief, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga berdampak pada infrastruktur di sekitar perairan termasuk merusak tanggul sungai.

"Ikan sapu-sapu ini sudah mulai merusak infrastruktur, seperti tanggul dan turap sungai," ujar Arief.

"Karena mereka bersarang dengan cara membuat lubang, seperti mengebor. Jadi itu cukup membahayakan, terutama untuk turap-turap di sungai," imbuh dia.

Arief menjelaskan, ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif yang sangat berbahaya karena memiliki kemampuan reproduksi yang sangat cepat.


Ia pun mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu mengandung logam berat yang berbahaya jika dikonsumsi manusia.

"Ikan ini juga mengandung logam berat yang cukup tinggi, sangat berbahaya buat kita untuk dikonsumsi," ungkap Arief.

Sebelumnya, petugas gabungan menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu di saluran PHB Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).

Selama tiga jam pelaksanaan operasi, sebanyak 3 ton ikan sapu-sapu berhasil ditangkap.

Penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan secara manual, di mana petugas turun ke saluran PHB dan menebar jaring.

Setelah ditangkap, ribuan ikan sapu-sapu dimasukkan ke dalam karung sebelum dibawa ke lokasi pemusnahan yang berjarak sekitar 50 meter dari saluran PHB.

Di lokasi tersebut, petugas PPSU telah menggali lubang dengan kedalaman sekitar satu meter. Ikan sapu-sapu hasil tangkapan kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur.

Lurah Srengseng Sawah Sunardi mengatakan, lokasi penguburan ikan sapu-sapu dipastikan aman karena jauh dari permukiman warga.

"(Lokasi pemusnahan) Insya Allah nggak mengganggu ya, karena jauh dari permukiman dan di lokasi yang tidak ada penduduk," kata Sunardi.

Adapun operasi penangkapan ikan sapu-sapu ini digelar secara serentak di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.

Ikan sapu-sapu dianggap menjadi predator bagi ikan-ikan lokal dan berpotensi merusak ekosistem kali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.