TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — "Puji Tuhan! Akhirnya sudah diaspalmi," ujar Mikael (54), warga Komplek Puri Toddopuli, sesaat sebelum meninggalkan kedai Roti Daeng, Jl Aroepala-Hertasning, Rappocini, Makassar, Sabtu (18/4/2026) pagi.
Jemaat gereja Santo Francis Asisi Jl Hertasning ini mengomentari separuh ruas jalan akses batas timur kota ini sudah beraspal hotmix.
Pengaspalan lanjutan separuh jalan provinsi terpadat dan terlebar timur kota ini dikerjakan sepanjang Jumat (17/4/2026) malam.
Sepekan terakhir, paket ruas jalan sepanjang 1,8 km ini berdebu; pascapengerukan aspal lama, paving block, dan pemadatan.
Lima tahun terakhir, akses jalan akses sekitar 153 kawasan dan cluster perumahan di batas kawasan urban Makassar dan Gowa ini, rusak di level 54 persen.
Pengerjaan ruas Aroepapa Makassar - Tun Abdul Razak Gowa, dimulai selepas liburan Idul Fitri 1447 H.
Kontraktornya kerja sama operasi (KSO) tiga kontraktor PT Permata, Pt Tri Star Mandiri dan Pt Kharisma.
Baca juga: Macet dan Berdebu, Aspal dan Paving Block Jl Hertasning - Aroepala Mulai Dikeruk Lalu Disiram
Proyek inisiasi Pemprov Sulsel ini masuk 1 dari 6 paket rehabilitasi jalan provinsi, Multi Years Project 2025-2027.
Sedang ruas jalan Hertasning barat ujung Jl Pettarani, sudah dimulai sejak medio Desember 2025 lalu.
Sebelum memasuki Ramadan 1447 H, jalur sepanjang 1,8 km hingga perempatan Jl Hertasning Tomur - Jl Aroepala - Jl Palm Merah - Jl Tamalate VI rampung.
Saat Tahapan proyek memasuki fase pengerukan aspal pembongkaran paving block, dan perataan kontur badan jalan sepanjang 1,8 km.
Mengurai macet parah, otoritas preservasi dan infrastruktur jalan Provinsi Sulsel, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi menerapkan skema Run On - Run Off (buka tutup jalan).
Debu dan perlambatan arus lalu lintas dipicu aktivitas excavator, mesin pemadat jalan, dan barisan truk pengangkut sisa material aspal dan paving.
Menghindari debu proyek, di siang hari, pihak kontraktor memilih menyiram air ke badan dan bahu jalan.
“Sabarki nah, Pak, minggu depan mulai diaspalmi,” ujar seorang pekerja proyek, pengurai lalulintas jalan di depan Masjid Jauharatul Khadra, Aroepala, Rabu (8/4/2026) pagi lalu.
Pengerukan aspal dimulai dari perempatan Jl Hertasning- Jl Palm Merah - Jl Tamalate VI - Aroepala, sisi timur kantor Ombudsman Sulsel.
Proyek rehabilitasi jalan urban padat di perbatasan Mamminasata ini adalah lanjutan proyek paket I, Jl Pettarani-Jl Hertasning, medio Desember 2025 lalu.
Tender dimulai sejak September 2025. Seremoni dimulainya proyek dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Rahmatika Sari Dewi, Bupati Gowa Husniah Talenrang dan Walikota Makassar Munafri Arifuddin.
Volume Terpadat
Dikutip dari situs resmi Pemprov Sulsel, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, M Rosyadi,menyebut ruas Jl Aroepala, kondisi struktur jalan mengalami penurunan fisik.
Dia juga menyebut, Jl Hertasning- Jl Aroepala termasuk salah satu jalur jalan provinsi terpadat.
Ruas jalan ini berada di kawasan permukiman perbatasan dan perlintasan perbatasan 7 kecamatan di timur Makassar - tenggara Gowa dan selatan Maros.
Volume kendaraan dari arah timur ke Makassar dan sebaliknya mencapai 620 ribu dan naik hingga 980 ribu / hari di moment liburan.
Proyek pertama dikerjakan kontraktor KSO PT Permata Tristar Kharisma.
Kontraktor di situsnya, spesialis menggarap perdagangan dan jasa umum, konstruksi jalan, alat kesehatan, IPAL, dan koneksi tata udara.
Preservasi Paket I ini meliputi item 13 ruas jalan provinsi dan perbatasan di 4 kabupaten (Makassar, Gowa, Sinjai, dan Bulukumba).
Total panjang jalan 300,24 km, dengan skema multi year contract project. Proyek dari APBD Sulsel ini senilai Rp 430,7 miliar.
Untuk ruas perbatasan Makassar - Gowa meliputi, Jl Hertasning (→ 1,80 km), Jl Aroepala → 1,80 km, Jl Tun Abdul Razak (3,68 Km), lalu Jl HM Yasin Limpo Gowa, Samata, Gowa.
Sembilan proyek paket I lainnya, adalah ruas Kalimporo-Sumalaya-Batas Sinjai-Bulukumba; Batas Bulukumba-Sinjai-Sinjai; Ruas Jl Burung-burung-Bili-bili, Ruas Sungguminasa-Malino Gowa; Ruas Malino-Batas Sinjai-Gowa; jalan batas Sinjai-Palampang-Bulukumba; Ruas Tanete-Tana Beru-Bulukumba; Batas Gowa-Tondong-Sinjai; dan ruas Botolempangan-Batu Belerang-Batas Bulukumba-Sinjai.
Ini adalah paket pertama dari total rencana 1.000 km, sepanjang 2025 hingga 2027 mendatang.
Pemprov Sulsel mengalokasikan Rp 2,4 triliun (APBD 2025/2026-2027) untuk total lima paket.
Proyek ini menyentuh 12 kabupaten/kota: Makassar, Sinjai, Bulukumba, Gowa, Takalar, Jeneponto, Sidrap, Tana Toraja, Soppeng, Barru, Wajo, dan Bone.
Serta melintasi 35 ruas jalan perbatasan dari total 65 ruas jalan provinsi.
Jalan Terpanjang
Sulsel menempati peringkat ke-4 provinsi dengan panjang jalan terpanjang secara nasional tahun 2024, setelah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.
Total jaringan jalan di provinsi berpenduduk 9,2 jura ini mencapai 28.981 km, dengan 87 persen merupakan jalan kabupaten/kota.
Ruas jalan negara (dibiayai dan dipelihara APBN) panjangnya 1.739 km (6 persen).
Ini menghubungkan antarprovinsi, jalan strategis nasional, pelabuhan utama, bandara, dan kawasan ekonomi strategis.
Kategori kedua ruas Jalan Provinsi. Panjang jalan yang dibiayai dari APBD provinsi ini mencapai 2.014 km (7 persen).
Sedangkan ruas jalan level ketiga, Jalan Kabupaten/Kota yang menjadi kewenangan APBD kabupaten/kota, mencapai 87 persen atau 25.228 km. (*)