Mbah Tasriah Tewas Terikat saat Keluarga Siapkan Hajatan, Uang Rp 30 Juta dan Emas 50 Gram Lenyap
Ani Susanti April 18, 2026 02:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Kasus lansia tewas terikat yang terjadi Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat kini menjadi sorotan.

Di tengah keluarga yang sedang bersukacita menyiapkan hajatan keberangkatan haji, Mbah Tasriah (72), seorang lansia yang dikenal bersahaja justru tewas dalam kondisi menyedihkan.

Pada Rabu (15/4/2026) menjelang tengah malam, tepatnya pukul 23.30 WIB, Haji Rido (76), sang suami dibuat syok.

Ia yang baru saja pulang dari rumah anaknya, mendapati pintu rumahnya terbuka dengan kondisi isi rumah yang sudah porak-poranda.

Baca juga: Lansia Tewas Dianiaya setelah Dituduh Curi Labu Siam, Akui Perbuatan saat Tubuh Sudah Sempoyongan

Rido tak pernah menyangka bahwa kepulangannya malam itu akan menjadi momen paling menyakitkan.

Saat memasuki kamar, ia melihat lemari baju telah diacak-acak

Namun, pemandangan paling menyayat hati ada di atas ranjang.

Istrinya, Tasriah atau yang akrab disapa Mak Iyah, ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi yang tidak wajar.

Kondisi korban saat ditemukan adalah tangan dan kaki terikat kain kerudung (sinjang/samping).

Sementara mulut tersumpal kain, tubuh tertutup kasur serta bantal.

Selain itu lemari pakaian berantakan, menunjukkan adanya penggeledahan paksa.

Rido Panik Datangi Ketua RT

Ketua RT setempat, Masliah, menceritakan detik-detik saat ia dibangunkan oleh Rido yang panik.

"Suaminya saat pulang melihat kondisi rumah mencurigakan dan akhirnya membangunkan saya untuk melihat rumah. Kami berdua masuk dan tak menyangka kondisi di kamar sudah acak-acakan," ujar Masliah kepada awak media, Kamis (16/4/2026), melansir dari Kompas.com.

Dugaan kuat mengarah pada aksi perampokan brutal.

Pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah yang sepi karena keluarga sedang berada di rumah anak korban.

Selain kehilangan nyawa sang istri, Rido juga harus merelakan harta benda yang selama ini disimpan.

Berdasarkan data yang dihimpun, barang berharga yang hilang adalah uang tunai sekitar Rp 30 juta yang disimpan di dalam lemari, serta sekitar 50 gram emas yang saat itu sedang dikenakan oleh korban di tubuhnya.

"Sangat sedih dan terpukul. Pelaku begitu kejam mencuri sampai tega mengikat dan menyumpal istri saya yang sudah lansia tersebut," ungkap Rido dengan suara bergetar usai pemakaman istrinya, Jumat (17/4/2026).

Pihak kepolisian bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tim Inafis Polres Subang telah memasang garis polisi dan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi, termasuk sidik jari dan keterangan saksi.

Kasatreskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Polri Losarang, Indramayu, untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

"Kami masih terus mendalami kasus ini sambil menunggu hasil otopsi. Mohon doanya mudah-mudahan secepatnya kasus ini bisa segera terungkap, dan pelaku bisa segera diringkus," ucap AKP Bagus melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (17/4/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kasi Humas Polres Subang, AKP Edi Juhaidi, menegaskan bahwa kasus ini menjadi prioritas penyelidikan Polsek Binong dan Polres Subang.

Pemakaman Dipenuhi Isak Tangis

Jenazah Tasriah akhirnya dimakamkan di pemakaman umum Desa Rancaudik pada Jumat siang.

Isak tangis keluarga dan kerabat, termasuk Ratnengsih, sahabat karib korban, mewarnai prosesi pemakaman.

Ratnengsih mengaku tak menyangka kejadian setragis itu menimpa Mak Iyah.

"Enggak tahu, saya juga enggak tahu, dikiranya tidur mungkin pules," ucap Ratnengsih terbata-bata menahan tangis.

Kini, warga Desa Rancaudik berharap keadilan segera tegak.

Baca juga: Tim Damkar Bondowoso Evakuasi Lansia Tewas dalam Sumur dengan Vertical Rescue

Berita Perampokan Lainnya

Aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang tengah memburu empat orang terduga pelaku perampokan bersenjata tajam yang menyasar pemilik toko sembako di wilayah Sumobito.

Insiden perampokan disertai aksi kekerasan tersebut terjadi pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, saat korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Kepala Satreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan kronologi awal bagaimana insiden perampokan bisa terjadi.

Korban diketahui bernama Lilik Anggraini (61), istri pemilik toko sembako di Pasar Sumobito.

“Peristiwa bermula ketika korban dan suaminya menutup toko seperti biasa menjelang petang. Tanpa disadari, mereka diduga telah diikuti sejak keluar dari area pasar,” ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com pada Jumat (27/2/2026).

Setibanya di sebuah gang menuju rumahnya di Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, korban tiba-tiba dipepet dua sepeda motor yang ditumpangi empat orang.

“Para pelaku langsung merampas tas dan sebuah kardus yang dibawa korban. Di dalamnya terdapat uang tunai sekitar Rp10 juta hasil penjualan,” ujarnya melanjutkan.

Baca juga: Nasib Lansia Tewas karena Minum Air Kelapa Busuk Sedikit, Jamur Beracun di Tenggorokan Rusak Otaknya

Tak hanya merampas harta benda, pelaku juga mengayunkan senjata tajam ke arah korban.

Akibatnya, Lilik mengalami luka sobek di kedua tangan dan sempat mendapatkan penanganan medis di instalasi gawat darurat (IGD).

Sementara suaminya dilaporkan selamat tanpa luka berarti.

Kepolisian menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Polisi kini mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, serta meminta keterangan dari para saksi.

“Identitas terduga pelaku sudah kami kantongi dan saat ini dalam pengejaran,” pungkas AKP Dimas Robin Alexander.

Hingga kini, kepolisian masih memburu para pelaku dan mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor.

Aksi perampokan tersebut juga terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Dalam rekaman berdurasi sekitar 37 detik, terlihat dua pria berhelm full face dan mengenakan jaket menunggu di simpang jalan.

Setelah korban melintas, mereka langsung mendekat.

Tak lama kemudian, dua pengendara lain dengan ciri serupa turut menghampiri hingga korban berada dalam posisi terkepung.

Sejumlah warga dan pengguna jalan yang berada di sekitar tempat kejadian sempat berupaya memberikan pertolongan.

Namun karena pelaku diduga membawa senjata tajam, warga memilih mundur demi keselamatan.

Para pelaku akhirnya melarikan diri.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan awal. Karena luka yang cukup serius, ia kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo guna menjalani perawatan lanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.