TRIBUNNEWS.COM - AC Milan menjadikan Robert Lewandowski sebagai salah satu opsi pada bursa transfer musim panas mendatang. Namun manajemen Rossoneri masih mengevaluasi apakah langkah tersebut layak untuk diambil.
Seperti musim-musim sebelumnya, masalah utama AC Milan musim ini kembali terletak pada lini depan.
Kesulitan mencetak gol menjadi sorotan, bahkan Rafael Leao dan Christian Pulisic sempat dimainkan sebagai striker darurat, namun belum memberikan solusi maksimal.
Untuk musim depan, AC Milan ingin mencari jaminan di lini serang. Meski mungkin bukan pilihan populer di kalangan suporter, Rossoneri kembali mempertimbangkan merekrut striker berpengalaman, seperti yang pernah mereka lakukan dengan Olivier Giroud.
Dalam konteks tersebut, nama Lewandowski mencuat sebagai opsi realistis.
Striker asal Polandia itu dikabarkan belum mencapai kesepakatan perpanjangan kontrak dengan Barcelona dan mulai mempertimbangkan opsi lain.
Pakar transfer Fabrizio Romano menyebut bahwa AC Milan tengah memantau situasi Lewandowski. Namun harus bersaing dengan minat dari klub MLS serta tawaran fantastis dari Arab Saudi.
“Lewandowski tidak senang dengan tawaran pertama dari Barcelona. Situasinya masih terbuka. Ada opsi konkret dari MLS, Arab Saudi, serta klub-klub Italia seperti Juventus dan Milan yang sedang memantau,” ujar Romano, dikutip dari Milan Sempre.
Baca juga: Rp809 Miliar Gagal Masuk Dompet AC Milan, Bennacer dan Musah Hampir Pasti Kembali ke San Siro
Kontrak Lewandowski yang akan habis musim ini membuat AC Milan semakin tergiur.
Namun gaji yang tinggi dari Lewandowski sebesar 20 juta euro (sekitar Rp403 miliar) selama satu musim akan menjadi masalah.
Adapun gaji pemain termahal AC Milan yakni Christhoper Nkunku hanya berada disekitar 9 juta euro (sekitar Rp181 miliar), dikutip dari Capology.
Di sisi lain, Milan juga mempertimbangkan opsi jangka panjang dengan membidik striker muda Bologna, Santiago Castro.
Pelatih Massimiliano Allegri disebut sangat tertarik dengan pemain asal Argentina tersebut, yang dinilai memiliki gaya bermain mirip Lautaro Martinez.
Castro dikenal sebagai striker modern yang fleksibel, mampu bermain dalam skema dua maupun tiga penyerang, serta piawai dalam menghubungkan permainan.
Di bawah asuhan Vincenzo Italiano, ia berkembang menjadi penyerang yang lebih komplet.
Namun, Bologna dipastikan tidak akan melepasnya dengan mudah dan ingin mempertahankannya setidaknya satu musim lagi.
Menilik Transfermarkt, Santiago Castro memiliki nilai pasaran sebesar Rp608 miliar.
Jika AC Milan benar-benar ngotot untuk datangkan Castro, mereka dipastikan harus menyiapkan dana yang lebih tinggi.
Meski demikian, AC Milan tetap tertarik dan diyakini akan mencoba mendatangkannya. Di mata manajemen, Castro dianggap sebagai sosok ideal untuk proyek jangka panjang klub.
Namun, catatan golnya masih menjadi bahan pertimbangan.
Dalam dua musim terakhir di Serie A, pemain berusia 21 tahun itu mencetak delapan dan tujuh gol, sehingga muncul keraguan apakah ia sudah cukup tajam untuk menjadi solusi utama lini depan Milan.
Berbeda dengan Lewandowski yang memiliki gaji cukup mewah. Santiago Casto hanya memiliki gaji sebesar 1,8 juta euro (sekitar Rp36 miliar).
Dengan situasi ini, AC Milan menghadapi dilema antara memilih solusi instan lewat pengalaman Lewandowski atau investasi masa depan bersama Castro.
(Tribunnews.com/Ali)