TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Batang Hari mengalami peningkatan sejak awal tahun, Minggu (19/4/2026).
Hingga pertengahan April, tercatat 31 laporan yang masuk dan telah ditangani oleh pihak terkait.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Batang Hari, Neneng Eva Anggraeni, mengatakan pihaknya mencatat sebanyak 31 kasus.
"Tercatat sebanyak 31 kasus yang telah ditangani," katanya.
Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut, kasus yang melibatkan anak lebih mendominasi, yakni sebanyak 21 kasus, sedangkan kasus yang melibatkan perempuan dewasa sebanyak 10 kasus.
Menurutnya, sebagian besar kasus dipengaruhi oleh faktor lingkungan, baik dari keluarga maupun pergaulan.
Ia juga menyebut kasus pencabulan menjadi yang paling banyak terjadi.
"Kasus pencabulan pelakunya tidak hanya berasal dari orang terdekat, tetapi juga dari orang yang baru dikenal, seringkali melalui modus pendekatan dan jebakan," ujarnya.
Secara wilayah, Kecamatan Muara Bulian menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak.
Ia menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, mengingat sejak awal tahun jumlah kasus terus bertambah.
Ia juga menuturkan, upaya pencegahan perlu diperkuat, terutama melalui peran keluarga, pengawasan lingkungan, serta penanaman nilai moral dan pendidikan agama sejak dini.
"Harapannya dengan langkah-langkah ini mampu meminimalisir terjadinya kekerasan dan pelecehan di masa mendatang," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Aksi Heroik Damkar Batang Hari Selamatkan IRT Terperosok ke Sumur 4 Meter
Baca juga: Adu Sejahtera Jambi vs Palembang: Siapa Jawara Inovasi di Sumatera 2026?