Sosok Rahmat, Warga Lubuklinggau Kritis di Kamboja, Yatim Piatu Sejak Kecil, Pernah Cerita Disetrum
Shinta Dwi Anggraini April 19, 2026 04:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Rahmat Julianto, warga RT 03, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumsel, kini terbaring lemah di ICU rumah sakit Negara Kamboja.

Akibat keterbatasan biaya, keluarga Rahmat kini hanya bisa berharap bantuan Pemerintah Indonesia agar dapat membantu kepulangan pemuda tersebut. 

Muhammad Soleh, kakek Rahmat, menjelaskan bahwa sejak beberapa tahun lalu Rahmat pergi merantau.

Namun tiba-tiba, keluarga mendapat kabar bahwa sekarang ia berada di Kamboja dalam keadaan sakit.

"Kami hanya berharap pemerintah dapat segera turun tangan membantu cucu kami untuk pulang ke Indonesia," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).

Soleh bercerita, Rahmat yang hanya menamatkan pendidikan SD sempat mencoba melanjutkan ke SMP, namun hanya bertahan dua atau tiga bulan dan memilih berhenti.

Alasannya saat itu adalah memilih bekerja untuk membantu keluarga karena kedua orangtuanya sudah tidak ada lagi alias meninggal dunia.

"Rahmat ini anak yatim piatu dan hanya memiliki satu adik laki-laki yang sekarang tinggal bersama kami," ungkapnya.

Rahmat pertama kali berangkat ke Jakarta pada tahun 2021 untuk bekerja di proyek pembuatan pelat jembatan.

Setelah proyek selesai, ia sempat pulang ke Lubuklinggau pada tahun 2023 saat Iduladha, namun hanya dua hari semalam kemudian pamit merantau lagi.

Baca juga: Pemuda Asal Lubuklinggau Viral Terbaring Sakit di Kamboja, Keluarga Bingung Cari Biaya Pemulangan

Rahmat kembali ke Jakarta, tepatnya ke Cianjur, Jawa Barat, untuk menemui calon istrinya.

Rahmat pamit dan mengatakan kepada keluarganya bahwa ia sudah memiliki calon istri di kota rantauan dan ingin segera menikahinya.

"Rahmat meminta izin kepada keluarga dan segera kembali ke kota rantauan untuk bertemu calon istri serta calon mertuanya guna membahas pernikahan," ungkapnya.

Menurut pengakuan keluarga, setelah itu Rahmat kembali ke kota rantauan dan hingga kini hilang kabar, tidak diketahui apakah sudah menikah.

Namun yang mengejutkan, keluarga justru mendapat kabar bahwa Rahmat kini berada di Kamboja dalam keadaan sakit.

Keluarga baru mengetahui kondisi Rahmat melalui ketua RT yang menyampaikan informasi bahwa ia kini berada di rumah sakit di Kamboja.

Muhammad Soleh mengaku kaget karena selama ini mereka hanya tahu Rahmat bekerja di Jakarta. Tiba-tiba, muncul kabar bahwa ia sakit di luar negeri.

Sebelum benar-benar tidak sadarkan diri, Rahmat sempat mengungkapkan kepada keluarganya bahwa ia dirawat di rumah sakit di Kamboja.

Ia juga bercerita pernah mengalami sengatan listrik di tempat kerjanya sehingga sering muntah darah.

Dengan suara lemah, Rahmat meminta maaf kepada keluarga karena berangkat ke Kamboja tanpa sepengetahuan mereka.

Kini, Rahmat dirawat di ruang ICU dalam keadaan lemah tak berdaya.

Untuk makan maupun minum, ia menggunakan selang. Keluarga besar Rahmat hanya bisa berharap adanya bantuan dari pemerintah, baik Pemkot Lubuklinggau maupun pemerintah pusat melalui KBRI di Kamboja.

Biaya pengobatan disebut sudah ditangani oleh KBRI, namun keluarga berharap agar Rahmat bisa segera dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan apa pun.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Kalau bisa, Rahmat dipulangkan. Kami tidak sanggup kalau harus mengeluarkan biaya besar sendiri,” jelas Muhammad Soleh.

Ketua RT 03 Puncak Kemuning, Kopli, menambahkan bahwa ia berharap keluarga segera mendapat bantuan.

"Sekarang urusan sudah diserahkan kepada kami. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyalurkan informasi ini ke pemerintah daerah dan instansi terkait seperti Dinas Sosial agar Rahmat bisa segera dipulangkan," ujarnya.

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.