4 Pernyataan Terbaru Mojtaba Khamenei, Sebut Kunci Kekuatan Iran Hadapi AS dan Israel
Rita Noor Shobah April 19, 2026 06:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO –  Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei kembali 'muncul' lewat pernyataannya di Peringatan Hari Angkatan Bersenjata Iran pada Sabtu, 18 April 2026.

Di tengah gencatan senjata dengan Amerika Serikat yang masih berlangsung, Mojtaba Khamenei menekankan kesiapan militer Iran menghadapi ancaman eksternal, khususnya dari AS dan Israel.

Mojtaba, yang jarang tampil di publik sejak serangan udara 28 Februari 2026 yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, menegaskan bahwa angkatan laut Iran siap tempur.

Baca juga: Iran Klaim Unggul di Medan Perang, Negosiasi dengan AS Masih Jauh dari Titik Temu

Angkatan Laut Siap Tempur

“Seperti drone Iran yang menyerang cepat, angkatan laut kami juga siap memberikan kekalahan baru kepada musuh,” ujarnya.

Drone adalah pesawat tanpa awak yang dikendalikan jarak jauh atau secara otomatis, dan kini menjadi salah satu teknologi militer utama Iran.

Dalam pesannya, Mojtaba menegaskan bahwa angkatan laut Iran berada dalam kondisi siap tempur dan mampu memberikan “kekalahan pahit” kepada pihak yang dianggap sebagai musuh.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan penilaian berbeda.

Ia menyatakan bahwa kekuatan militer Iran telah melemah secara signifikan dan mengklaim bahwa armada laut Iran telah mengalami kehancuran.

Baca juga: AS Siap Kejar dan Sita Kapal Tanker Iran di Seluruh Dunia, Tekanan ke Teheran Meningkat

Puji Angkatan Darat Iran

Meski demikian, Khamenei justru memuji kinerja Angkatan Darat Iran yang dinilai berhasil menunjukkan keberanian dalam mempertahankan negara selama konflik terbaru yang disebut sebagai “perang yang dipaksakan”.

Dalam pesan yang sama, ia juga menyampaikan ucapan kepada seluruh personel militer, keluarga mereka, serta rakyat Iran dalam momentum Hari Tentara Nasional.

Ia menegaskan bahwa keteguhan pasukan mencerminkan konsistensi militer Iran dalam menghadapi tekanan eksternal, sebagaimana yang telah ditunjukkan dalam konflik-konflik sebelumnya.

Baca juga: Strategi Perang Laut Iran, Kerahkan Armada Nyamuk, Serang, Cepat, Mendadak dan Hilang

Dukungan Domestik yang Solid

Lebih lanjut, Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa Angkatan Darat Iran bersama IRGC mampu menghadapi tekanan dari kekuatan asing dalam konflik terbaru yang berlangsung selama 40 hari.

Mojtaba menekankan bahwa kekuatan utama militer Iran terletak pada dukungan domestik yang solid. 

Ia menyebut bahwa keterlibatan dan dukungan rakyat menjadi pondasi penting yang membuat angkatan bersenjata tetap kokoh dalam menghadapi tekanan eksternal.

“Kekuatan militer kami berdiri kokoh dengan dukungan rakyat dan mampu memberikan respons tegas terhadap agresi,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Free Press Journal.

Kunci Kekuatan Iran

Selain faktor dukungan publik, Mojtaba juga menyoroti koordinasi antara Angkatan Darat dan IRGC yang dinilai semakin terintegrasi.

Sinergi kedua institusi militer tersebut disebut memungkinkan Iran merespons ancaman secara lebih efektif, baik dalam operasi pertahanan maupun serangan balasan.

Ia juga menggarisbawahi peran teknologi militer sebagai faktor kunci.

Penggunaan drone dalam operasi tempur disebut mampu memberikan keunggulan taktis melalui serangan cepat dan presisi.

Di sisi lain, kesiapan angkatan laut dinilai memperkuat kemampuan Iran dalam menjaga wilayah perairan strategis serta menghadapi potensi ancaman dari luar.

Menurut Mojtaba, kombinasi antara dukungan rakyat, koordinasi militer, dan pemanfaatan teknologi modern itulah yang membuat Iran mampu menunjukkan ketahanan sekaligus mengungkap kelemahan pihak lawan di hadapan dunia.

Pernyataan ini mencerminkan upaya Iran untuk menegaskan kapasitas militernya di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Sejumlah analis menilai bahwa penekanan pada kemampuan militer, termasuk penggunaan drone dan strategi pertahanan berlapis, merupakan bagian dari upaya Iran menjaga efek “daya gentar” terhadap lawan.

Strategi ini memungkinkan Iran tetap menunjukkan kapasitas serangan dan pertahanan meski berada di bawah tekanan militer dan ekonomi.

Selain itu, penguatan narasi militer juga terlihat dalam berbagai kampanye komunikasi yang menonjolkan simbol kemenangan, ketahanan, dan dukungan rakyat terhadap angkatan bersenjata. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.