Pertama, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di Indonesia, memicu dampak cost push inflation.
Diketahui, harga BBM seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite terhitung sejak 18 April 2026 kemarin.
Kedua, calon jemaah haji di Provinsi Sumbar, dijadwalkan masuk asrama pada 23 April 2026 mendatang sebelum keberangkatan ke tanah suci.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kakanwil Haji dan Umrah Sumbar, Rifki Diflaizar saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Minggu (19/4/2026).
Ketiga, berdalih meminjam sepeda motor untuk menjemput sebuah mobil, seorang pria di Dharmasraya justru tega menggadaikan kepercayaan temannya sendiri.
Sepeda motor Honda Beat milik korban LS dijual murah seharga Rp5 juta, yang hasilnya habis digunakan pelaku untuk berfoya-foya, membeli motor lain, hingga bermain judi online.
Baca selengkapnya berikut ini:
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di Indonesia, memicu dampak cost push inflation.
Diketahui, harga BBM seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite terhitung sejak 18 April 2026 kemarin.
Pemicu dari kenaikan harga BBM ini, disebabkan oleh naiknya harga bahan minyak mentah dunia. Sehingga, kebijakan ini berlaku di seluruh daerah Indonesia.
Pakar Ekonom UNP, Hasdi Aimon mengatakan harga BBM yang terhitung naik sejak kemarin, memicu cost push inflation.
Baca juga: Update Harga BBM di Sumatera Barat Minggu 19 April 2026: Pertamax Turbo Tembus Rp 20.250
Cost push inflation yakni jenis inflasi yang terjadi akibat lonjakan biaya produksi (bahan baku, upah tenaga kerja, energi) atau penurunan penawaran agregat.
Fenomena ini memaksa produsen menaikkan harga jual barang atau jasa untuk mempertahankan margin keuntungan, meskipun permintaan tidak meningkat.
"Naiknya harga BBM, tentu menyebabkan cost push inflation, yakni meningkatnya harga bahan baku, upah tenaga kerja hingga energi," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).
Sementara itu, kenaikan harga BBM non subsidi di Sumbar dapat menyebabkan biaya transportasi dan produksi meningkat.
Selain itu, naiknya harga BBM non subsidi tentu akan mendorong inflasi daerah. Kata Hasdi, karena menyangkut aksesibilitas barang dan orang.
"Dampaknya ke masyarakay, tentu daya beli akan menurun, dan berdampak juga kepada UMKM. Karena, biaya produksi produknya meningkat," tegasnya.
Dalam mengatasi cosh push inflation, pemerintah daerah (pemda) dapat memberi subsidi berupa voucher BBM.
Voucher ini dapat diprioritaskan terhadap UMKM, agar harga produknya tidak naik. Tak hanya itu, tujuan lainnya agar masyarakat masih mampu mempertahankan daya beli.
"Pemda kita dapat memberi subsidi voucher BBM kepada UMKM, agar harga produk tidak naik," terang Hasdi.
Di sisi lain, masyarakat sebaiknya membentuk pola konsumsi BBM dengan mengurangi perjalanan yg tidak bermanfaat.
Ia menyarankan agar masyarakat mengonsumsi BBM non subsidi untuk kepentingan yang memang tidak bisa ditunda.
"Maka, berpergian saja sesuai dengan kebutuhan perjalanan. Jangan gunakan BBM untuk perjalanan yang tidak bermanfaat," tambahnya.
Baca juga: Damkar Sijunjung Tangani 74 Kasus Sepanjang Januari-Maret, Mayoritas Non-Kebakaran
Mereka bersyukur, BBM seperti Pertamax dan Pertalite tidak ikutan naik.
Pertamax di Padang, Sumatera Barat saat ini masih dibanderol Rp12.900 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter.
Sementara sejumlah BBM non-subsidi mengalami kenaikan signifikan.
Pertamax Turbo kini dibanderol Rp20.250 per liter dari sebelumnya Rp13.650 per liter, atau naik sekitar Rp6.600.
Pertamina Dex melonjak menjadi Rp24.950 per liter dari harga sebelumnya Rp15.100 per liter, meningkat sekitar Rp9.850.
Sementara Dexlite kini menjadi Rp24.650.
"Syukurlah Pertamax tidak ikut naik hari ini, apalagi Pertalite," ujar Annisa, warga yang TribunPadang.com temui di SPBU Kayu Gadang.
Annisa mengaku tidak terlalu terganggu dengan kenaikan Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
"Saya tidak terganggu karena memang tidak memakai itu," jelas Annisa.
Warga lainnya, Cacan, yang juga bukan pengguna Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengaku tidak terlalu terganggu dengan kenaikan Harga BBM non-subsidi tersebut.
"Yang terpenting itu jangan Solar yang naik. Kalau Solar sampai naik, kami yang di lapangan ini pusing jadinya karena berdampak ke mana-mana," tambahnya lagi.
Menurut Cacan, jenis BBM yang mengalami kenaikan hari ini jarang digunakan oleh masyarakat umum, melainkan lebih banyak dikonsumsi oleh kalangan kelas atas atau kendaraan plat merah.
Irfan, seorang sopir truk yang sedang mengantre solar juga berharap jangan sampai harga solar yang naik.
Apalagi jika mengisi solar harus melewati antrean yang sangat panjang.
"Solar kalau naik tentu terasa sekali tekanannya ditambah antreannya panjang begini. Kami harap setidaknya stoknya selalu ada," pungkas Irfan.
Calon jemaah haji di Provinsi Sumbar, dijadwalkan masuk asrama pada 23 April 2026 mendatang sebelum keberangkatan ke tanah suci.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kakanwil Haji dan Umrah Sumbar, Rifki Diflaizar saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Minggu (19/4/2026).
Dalam keterangannya, sebelum keberangkatan, pihaknya telah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Pendukung PPIH (PPPIH) dari kementrian ibadah haji.
Baca juga: BBM Non-Subsidi Naik, Ekonom UNP Wanti-wanti Lonjakan Biaya Produksi di Sumbar
Dua petugas ini akan menangani para calon jemaah haji selama di asrama hingga keberangkatan ke tanag suci.
"Jadi dua petugas ini yang menangani calon jemaah haji sebelum keberangkatan, total petugas mencapai 90 orang," ucapnya.
Sementara, total calon jemaah haji yang akan berangkat ke tanag suci mencapai 3.979 orang, terdiri dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.
Sedangkan, pihaknya menghitung total keseluruhan calon jemaah dengan petugas yang menangani keberangkatan mencapai 4.222 orang.
"Total keseluruhan, antara calon jemaah dan petugas mencapai 4.222 orang. Akan tetapi, datanya belum pasti. Karena ada yang batal berangkat dan sebagainya, ini hanya sementara," pungkasnya.
Ia mengatakan, dari total calon jemaah haji tersebut, jumlah terbanyak berasal dari Kota Padang yakni 1.100 orang.
Posisi terbanyak kedua, disumbang oleh Kabupaten Agam dengan total sekira 330 orang.
"Kalau terbanyak dari Padang 1.100, dan posisi kedua Agam 330 orang," tuturnya.
Pihak Kantor Wilayah Haji dan Umrah Sumbar mencatat calon jemaah dari lansia sekitar 26 persen atau 1.600 orang.
Dengan total tersebut, PPIH dan PPPIH bakal memprioritaskan calon jemaah lansia, di bandingkan yang lainnya.
"Ini juga sesuai tema haji tahun ini, haji ramah lansia, disabilitas dan perempuan. Ketiga ini jadi fokus kementrian haji di tahun," sebutnya.
Khusus penanganan lansia, pihaknya menyiapkan fasilitas berupa kursi roda. Nantinya para lansia dijemput ke dalam mobil saat kedatangan, lalu dibawa ke aula menggunakan kursi roda.
Baca juga: Update Harga BBM di Sumatera Barat Minggu 19 April 2026: Pertamax Turbo Tembus Rp 20.250
Pihaknya juga lebih memprioritaskan lansia terlebih dahulu untuk dibawa ke dalam aula. Di sana, para lansia dilakukan pemeriksaan kesehatan, pemasangan identitas, id card, pasport dan lain sebagainya.
"Tidak hanya itu, calon jemaah lansia kita antar ke kamar. Di dalam kamar, makanan juga diantarkan oleh petugas, tentunya dengan makanan bertekstur lunak," lugasnya.
Rifki menambahkan, sehari jelang masuk ke asrama, keesokan harinya yakni 24 April 2026, Kloter 1 khusus Kota Padang diberangkatkan ke tanah suci.
Sementara untuk Kloter 2 dan seterusnya, Rifki belum memberikan keterangan jelas terkait jadwal keberangkayannya.
"Kloter 1 untuk Padang berangkat 24 April 2026 mendatang, pukul 06:00 WIB pagi," tambahnya.
Berdalih meminjam sepeda motor untuk menjemput sebuah mobil, seorang pria di Dharmasraya justru tega menggadaikan kepercayaan temannya sendiri.
Sepeda motor Honda Beat milik korban LS dijual murah seharga Rp5 juta, yang hasilnya habis digunakan pelaku untuk berfoya-foya, membeli motor lain, hingga bermain judi online.
Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, melalui Kasat Reskrim AKP Andri A, mengonfirmasi bahwa keberhasilan ini berawal dari laporan yang masuk pada 17/4/ 2026.
Baca juga: Pelatih Semen Padang FC Sebut Tak Ada Pemain Akumulasi Kartu Jelang Lawan Persijap Jepara
Laporan tersebut langsung menjadi prioritas Tim Opsnal Satreskrim untuk segera ditindaklanjuti di lapangan.
"Kami bergerak sesaat setelah laporan resmi kami terima. Fokus utama tim adalah memetakan keberadaan pelaku sebelum ia berpindah tempat lebih jauh," ujar Andri dalam keterangan resminya, Minggu (19/4/2026).
Penyelidikan intensif tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim bersama Kanit I Tipidum Inspektur Dua Dandi Fernando. Melalui serangkaian pengintaian dan pengumpulan informasi dari berbagai sumber, petugas berhasil melacak koordinat persembunyian tersangka.
Operasi penangkapan dilakukan pada Jumat (18/4/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Petugas menyergap pelaku di kawasan Jorong Balai Timur, Nagari Sungai Rumbai Timur, tanpa perlawanan berarti yang dapat membahayakan petugas maupun warga sekitar.
Kasus ini bermula dari modus penipuan klasik dengan memanfaatkan kepercayaan korban. Korban yang diketahui berinisial LS tidak menyangka bahwa niat baiknya membantu sesama justru berujung pada kerugian materiil yang cukup besar.
Berdasarkan keterangan penyidik, pelaku meminjam satu unit sepeda motor Honda Beat Street dengan nomor polisi BA 6386 VAB milik korban. Dalih yang digunakan pelaku saat itu adalah keperluan mendesak untuk menjemput sebuah unit mobil.
Namun, alih-alih mengembalikan kendaraan sesuai janji, pelaku justru membawa kabur motor tersebut. Tanpa sepengetahuan pemilik, sepeda motor keluaran terbaru itu dijual secara gelap kepada pihak lain dengan harga Rp5 juta.
Ironisnya, uang hasil kejahatan tersebut tidak digunakan untuk keperluan produktif. Pelaku diketahui menggunakan sebagian uang tersebut untuk membeli satu unit sepeda motor bekas bermerek Suzuki Satria FU demi menunjang mobilitas pelariannya.
Lebih memprihatinkan lagi, penyidik menemukan fakta bahwa sisa uang penjualan motor korban digunakan untuk memuaskan ketergantungan pelaku pada aktivitas ilegal. Pelaku mengaku menghabiskan uang tersebut untuk bermain judi daring (online) serta membeli narkotika.
"Motif ekonomi memang mendasari tindakan pelaku, namun dorongan untuk mendanai gaya hidup negatif seperti judi dan narkoba menjadi pemicu utama yang bersangkutan nekat melakukan penggelapan," tambah AKP Andri.
Baca juga: Semen Padang Siap Habis-habisan Hadapi Persijap demi Hindari Degradasi, Imran: Tak Ada Alasan Lagi
Saat ini, kepolisian telah mengamankan sepeda motor Suzuki Satria FU sebagai barang bukti hasil kejahatan. Sementara itu, sepeda motor Honda Beat milik korban masih dalam proses pencarian intensif oleh tim di lapangan untuk dikembalikan kepada pemilik sah.
Tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Dharmasraya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada dan tidak mudah meminjamkan kendaraan kepada orang yang tidak dikenal atau kurang dipercaya.
Kewaspadaan dini diharapkan dapat meminimalisir ruang gerak pelaku tindak pidana penggelapan di masa mendatang.