- Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengecam blokade yang dilakukan militer Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.
Ia menggambarkannya sebagai keputusan yang ceroboh, bodoh, dan tidak bijaksana.
Dalam wawancara pada Minggu (19/4/2026), Qalibaf menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran.
Ia ingin masyarakat internasional menggunakan perairan tersebut demi kepentingan ekonomi.
Namun, AS justru datang membuat ulah dengan memblokir kapal-kapal yang keluar dan masuk pelabuhan Iran.
Sebagai respons, Iran pun menutup Selat Hormuz yang sebelumnya sempat dibuka pada Jumat (17/4/2026).
"Mereka yang bertindak sebagai musuh dalam perang ini dan bersikap bermusuhan terhadap kami tidak boleh dapat melewatinya dengan mudah," kata Qalibaf.
Qalibaf menambahkan bahwa negosiasi antara Washington dan Teheran tetap buntu.
Menurutnya, ketidakpercayaan Iran terhadap AS merupakan hambatan utama.
Iran bahkan enggan mengutus delegasi ke Pakistan untuk melanjutkan perundingan damai.
"Amerika harus memutuskan untuk mendapatkan kepercayaan rakyat Iran. Itulah langkah terpenting yang harus diambil Amerika," lanjutnya.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader: bagus gema praditiya sukirman