TRIBUNGORONTALO.COM – Bahan bakar berjenis Dexlite tidak mengalami peningkatan peminat di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan pada Senin (20/4/2026) dari sekitar pukul 10.30 hingga 13.50 Wita hampir tidak terlihat kendaraan yang mengisi Dexlite.
Pengendara lebih banyak mengisi BBM berjenis solar yaitu kendaraan besar yang sudah antre sejak sebelum SPBU buka.
Diikuti dengan kenderaan roda dua, tiga yang mengisi pertalite. Hanya saja jumlahnya lebih banyak roda empat dan enam.
Petugas SPBU melayani masyarakat dengan sigap. Antrean di SPBU Andalas Kota Gorontalo juga terbilang normal.
Salah satu petugas Noval Ahmad menyebutkan bahwa untuk mobil yang mengisi Dexlite hanya sedikit.
Sejak pagi baru ada beberapa yang melakukan pengisian salah satunya mobil Fortuner.
"Tadi ada satu mobil Fortuner dia isi Rp700 ribu. Memang Dexlite kurang peminat apalagi harga lagi naik," ungkapnya kepada TribunGorontalo, Senin.
Ia mengaku rata-rata yang mengisi Dexlite mobil-mobil pribadi dan juga perusahaan.
"Ada juga dari perusahaan yang mengisi Dexlite di sini tapi rata-rata pengusaha lari ke Solar tapi itu konsekuensi harus antre panjang," bebernya.
Menurutnya untuk penggunaan bahan bakar berjenis Dexlite hampir 400 liter per hari.
"Kadang sampai 400 liter atau 1 ton kalau ada proyek itu habis," bebernya.
Sementara itu untuk BBM berjenis pertamax juga terbilang sedikit ketimbang bahan bakar berjenis lain.
Menurut Jul Fahmi selaku petugas SPBU bahwa rata-rata penggunaan pertamax habis 1,500 liter per hari.
"Rata-rata 1,500 liter itu per hari tapi dia fluktuatif," jelasnya.
Katanya untuk jenis bbm ini juga masih sedikit ketimbang BBM subsidi.
"Biasanya memang pengisian lenggang kalau pertamax. Bahkan tidak ada yang antre," katanya.
Diwawancarai secara terpisah, Koordinator SPBU Andalas, Farid Taha, menjelaskan bahwa pasokan BBM di SPBU Andalas masih aman dan terkendali.
"Alhamdulillah sampai hari ini belum ada gangguan pasokan," tegasnya.
Baca juga: Penjelasan SPBU Kota Gorontalo soal Aturan Pembatasan BBM Subsidi
Ia menjelaskan, pasokan BBM untuk SPBU Andalas dikirim secara rutin setiap hari, kecuali pada hari Minggu.
Dengan adanya distribusi rutin tersebut, ia memastikan stok BBM subsidi di SPBU Andalas masih dalam kondisi aman.
"Stok sampai sekarang aman karena setiap hari ada penyaluran," katanya.
Meski demikian, Farid mengakui bahwa pengaturan distribusi tetap harus diperhatikan agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan stok di SPBU.
Ia mengaku, untuk jumlah permintaan BBM juga disesuaikan dengan kapasitas penampungan di SPBU.
"Kalau permintaan terlalu banyak tapi tangki tidak cukup, bisa luber. Jadi kita sesuaikan," ujarnya.
Pengamatan TribunGorontalo.com di lapangan, antrean kendaraan memang terlihat padat, terutama untuk pengisian solar.
Namun kondisi tersebut masih tergolong wajar dan terkendali.
Para sopir tetap mengantre dengan tertib sambil menunggu giliran pengisian.
Sedangkan untuk pengendara roda dua, dan tiga juga terbilang sedikit ketimbag mobil-mobilan besar. (*)