SURYA.CO.ID SURABAYA -– Asupan gizi pada anak-anak menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangannya dimasa depan.
Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi terobosan tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut di masyarakat.
Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak.
Komisi IX bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di Pondok Pesantren Al Jihad Surabaya pada Minggu, (19/4).
Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, sebagai narasumber utama didampingi Tenaga Ahli Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan BGN, Imam Bachtiar Farianto, serta Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair, Siti Rahayu Nadhiroh.
Baca juga: Prabowo Mau MBG Fokus ke Anak Kurang Gizi, Apa Saja Kriteria Penerimanya? Begini Usulan Pengamat
Arzeti Bilbina menegaskan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Ia menekankan pentingnya intervensi gizi yang terstruktur untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan terbebas dari stunting.
“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah jawaban bagi kekhawatiran para ibu mengenai kecukupan nutrisi anak-anak setiap hari. Pemerintah mengambil tanggung jawab penuh untuk memastikan asupan gizi yang seimbang bagi generasi penerus kita,” ujar Arzeti dihadapan ratusan peserta sosialisasi.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program ini.
Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga pada pengawasan dan keterlibatan aktif masyarakat.
Baca juga: Alasan SPPG di Jember Masih Ragu Pakai Ikan untuk MBG, Takut Keracunan?
“Kami ingin memastikan bahwa program yang sangat baik ini benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Sosialisasi seperti ini penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak terjadi misinformasi di lapangan,” tambahnya.
Program MBG sendiri tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap perekonomian masyarakat.
Dengan melibatkan pelaku usaha lokal sebagai penyedia bahan pangan, program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.