SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Kenaikan harga elpiji atau LPG nonsubsidi juga dirasa dampaknya oleh masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, Khususnya para pelaku usaha di bidang food and beverage (FnB).
Pengusaha FnB kelas menengah ke atas, seperti retoran dan hotel menjadi yang terimbas harga baru LPG non subsidi.
Mereka sudah memperkirakan kenaikan ini seiring perkembangan informasi yang beredar beberapa waktu belakangan.
Sehingga, beberapa upaya persiapan telah dilakukan. Seperti efisiensi dan penyesuaian kebutuhan.
Menariknya, sejumlah pelaku usaha di Kota Delta juga mulai tertarik untuk berpindah ke gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti.
Baca juga: Pertamina Tambah Produksi LPG di Jatim dengan Ubah Konfigurasi Kilang TPPI Tuban
CNG disebut-sebut memiliki harga yang lebih murah, bahkan tak jauh beda dengan LPG subsidi.
“Selain itu, di Sidoarjo juga jaringan gas sudah banyak. Sehingga kita juga mulai melakukan penjajagan untuk berpindah menggunakan itu,” ujar Eka Dewi, General Manager Fave Hotel Sidoarjo, Senin (20/4/2026).
Sementara ini, sebelum pindah ke jaringan gas, pihaknya mengaku berusaha untuk melakukan penyesuaian atas kondisi harga LPG nonsubsidi yang naik.
Efisiensi dijalankan di beberapa sektor, tapi belum berani menaikkan harga.
Hal serupa juga disampaikan oleh beberapa pelaku usaha lainnya.
Kenaikan harga LPG sudah terjadi, dan mau tidak mau mereka harus menerima.
Sehingga yang bisa dilakukkan adalah melakukan penyesuaian.
“Kenaikan harga LPG ini jelas dirasa dampaknya oleh teman-teman pengusaha. Utamanya di sektor FnB. Tapi sejuah ini tidak sampai ada gejolak. Teman-teman berusaha melakukan penyesuaian,” kata Zakaria Dimas Pratama, Ketua HIPMI Sidoarjo.
Diungkapkannya, sebagian pelaku usaha di Sidoarjo mulai beralih ke gas alam.
Ada yang sudah benar-benar beralih, ada yang baru mulai penjajagan, dan ada yang proses peralihan dengan memasang jaringan gas baru.
Menurut Dimas, sesama pengusaha yang tergabung dalam HIPMI, kerap komunikasi dan sharing tentang hal-hal kekinian.
Seperti ketika ada kenaikan harga LPG, mereka saling bertukar pendapat, kemudian bisa sharing pengalaman, bagaimana melakukan efisiensi dan sebagainya.
Baca juga: Harga Tabung LPG Non Subsidi Naik, Pengusaha Kafe dan Resto di Jawa Timur Kelimpungan
Sementara bagi masyarakat umum, kenaikan harga LPG nonsubsidi seperti tidak terlalu terasa.
Karena mayoritas warga selama ini menggunakan LPG melon alias LPG 3 kg yang harganya tidak mengalami kenaikan.
Beberapa warga yang menggunakan elpiji nonsubsidi, juga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dengan kenaikan ini.
Mereka hanya bisa menerima dengan kenaikan harga itu.
Mau tidak mau, harus dibeli karena sudah menjadi kebutuhan.
Namun kondisi tetap aman karena mayoritas rumah tangga pengguna LPG nonsubsidi adalah kelas atas.
Baca juga: Harga LPG 12 Kg Naik Tembus Rp 285.000, Menteri ESDM Bahlil: Yang Mampu Harusnya Berkontribusi
Di sisi lain, pasokan LPG di Sidoarjo belum seluruhnya ready stok, karena ada beberapa titik yang kehabisan stok.
Di SPBU Trosobo misalnya, terjadi kelangkaan stok sejak beberapa waktu lalu.
LPG nonsubsidi di sana tidak ada pasokan. Sehingga tidak bisa berjualan.
“Sudah seminggu belakangan tidak ada pasokan LPG 12 kg di sini. Sehingga, kami belum bisa jualan, dan tidak tahu bagaimana efek ketika ada kenaikan harga sekarang ini,” jawab seorang penjaga SPBU tersebut.
Karena belum ada stok penjualan, disebutnya bahwa harga bright gas 12 kg di SPBU tersebut tetap menggunakan harga lama.
Tapi ketika ada stok dengan harga baru yang lebih mahal, diperkirakannya tetap akan ada dampak.
SPBU lainnya, sejauh ini masih tetap aman dan lancar.
Di SPBU yang berada di Kloposepuluh Sukodono misalnya, stok tetap aman.
Elpiji nonsubsidi di SPBU tersebut masih dijual dengan harga lama karena kulakannya juga masih lama alias sebelum harga naik.
“Belum ada dampak di sini, karena memang kami masih menjual stok lama. Sehingga harganya juga tetap harga lama, belum harga baru. Tapi nanti kalau ada kiriman baru dengan harga baru, tentu kami akan melakukan penyesuaian,” ujar Roib, pengelola SPBU Kloposepuluh.(ufi)