BPBD DIY Kaji Pemanfaatan Sumber Mata Air Untuk Penanganan Kekeringan Berkelanjutan
Yoseph Hary W April 21, 2026 01:01 AM

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY tengah mengkaji pemanfaatan sumber mata air untuk penanganan bencana kekeringan berkelanjutan. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Agustinus Ruruh Haryata mengatakan BPBD DIY sudah memiliki peta kerawanan untuk kekeringan. Kendati demikian, titik kerawanan tersebut masih perlu dilakukan pemetaan. 

"Terkait dengan peta maupun juga antisipasi terhadap bencana  masih proses. Karena kita masih mempertimbangkan ini kira-kira hidromet-nya itu mau kita perpanjang atau menuju ke kekeringan. Dari sisi perkiraan BMKG awal Mei, tetapi saat ini masih pancaroba, sehingga bisa muncul hujan dadakan, dan kita harus tanggap," katanya, Senin (20/4/2026). 

Langkah strategis

Ia melanjutkan saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait pemanfaatan titik-titik sumber mata air. Menurut dia, pemanfaatan sumber mata air untuk penanganan kekeringan menjadi langkah strategis. 

Selama ini, bencana kekeringan identik dengan dropping air ke wilayah terdampak. Dengan pemanfaatan sumber mata air, penanganan kekeringan bisa berkelanjutan. 

"Kita melakukan evaluasi dan pengkajian lebih mendalam lagi terhadap titik-titik sumber mata air. Kita berkeinginan kalau ada kekeringan kita dropping. Harapannya penyelesaiannya (kekeringan) itu tidak hanya temporal, tetapi yang berkelanjutan," lanjutnya. 

Cari sumber mata air

Untuk pemanfaatan sumber mata air ini, pihaknya mencari titik-titik terdekat lokasi rawan kekeringan. Selain itu, pihaknya juga mengamati debit dari sumber mata air tersebut. 

"Sumber mata air tidak jauh dari lokasi-lokasi yang memang kita prediksi nanti akan dilanda bencana kekeringan. Mata air kita cari yang debitnya cukup untuk kemudian dimanfaatkan ke masyarakat," terangnya. 

Namun, untuk pengambilan air dari sumber mata air tersebut membutuhkan mesin dan peralatan lainnya. Melalui diskusi dengan BNPB, ia berharap mesin yang dibutuhkan bisa difasilitasi. 

"Ya ini masih dalam pembahasan dengan BNPB. Ketika kita sudah memiliki titiknya, kita bisa mengajukan permohonan ke BNPB untuk difasilitasi, agar bisa mengambil air dari sumber mata air kemudian kita distribusikan ke masyarakat," imbuhnya. (maw) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.