TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jogja Police Watch (JPW) menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya korban pengeroyokan terhadap Ilham Dwi Saputra, warga Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, DIY.
Menurut JPW tindakan para pelaku pengeroyokan ini sudah sangat tidak manusiawi karena selain melakukan pemukulan dengan menggunakan selang, paralon hingga gunting.
“Korban juga sempat disundut dengan rokok dan digilas menggunakan sepeda motor berulang kali. Tindakan para pelaku ini sangat biadab dan sangat tidak manusia,” ujar Kadiv Humas JPW Baharuddin Kamba, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Polisi Tahan Dua Pelaku Penganiayaan yang Menewaskan Pelajar Ilham Dwi Saputra, 5 Lainnya DPO
Jogja Police Watch mendesak kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku pengeroyokan ini.
Menurut Kamba, siapapun yang terlibat harus diproses hukum. Jangan ada lepas dari kasus pengeroyokan terhadap Ilham Dwi Saputra ini.
Karena menurut Kamba, tindakan para pelaku merupakan tindakan kriminalitas murni.
Dia juga menyampaikan jangan berlindung di balik anak di bawah umur, lantas seenaknya saja menghilangkan nyawa orang lain tanpa belas kasih dan tanpa ampun.
“Kasus yang menimpa korban Ilham Dwi Saputra ini seharusnya menjadi perhatian serius dari semua pihak. Makanya dalam waktu dekat JPW akan mengirim surat kepada Komisi III DPR RI agar kasus pengeroyokan terhadap Ilham Dwi Saputra menjadi perhatian secara nasional,” tegas Kamba.
Baca juga: Pelajar di Bantul Tewas usai Dijemput Temannya Malam-malam, Dianiaya Segerombolan Orang di Lapangan
Karena kasus kekerasan yang berujung hilangnya nyawa kerap terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (hda)