Dua Pelaku Pembunuhan Nus Kei Terancam Hukuman Mati
Dedi Qurniawan April 21, 2026 01:19 AM

POSBELITUNG.CO - HR dan FU, dua pelaku pembunuhan terhadap Nus Kei (Agrapinus Rumatora), Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, terancam hukuman mati.

Keduanya dijerat pasal pembunuhan berencana.

Saat ini keduanyamasih diperiksa secara intensif di Polda Maluku. 

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rosita Umasugi mengatakan keduanya yang berinisial HR (28) dan FU (36) kini dijerat pasal pembunuhan berencana. 

"Kedua tersangka adalah pasal terkait dengan tindak pidana terhadap nyawa atau pembunuhan berencana dan atau tidak pidana terhadap tubuh penganiayaan secara bersama-sama mengakibatkan matinya orang," kata Rosita dalam keterangannya, Senin (20/4/2026). 

 Keduanya dijerat pasal 459 yumto 20 huruf c dan atau pasal 458 ayat 1 junto 20 huruf c dan atau pasal 262 ayat 4 undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang kitab undang-undang hukum pidana. 

"Adapun ancaman hukuman terhadap kedua terduga pelaku adalah hukuman mati seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara," tuturnya. 

Rencananya, penyidik Ditreskrimum Polda Maluku juga akan meningkatkan status hukum kedua pelaku menjadi tersangka melalui gelar perkara. 

"Dijadwalkan hari ini akan dilakukan proses gelar perkara untuk tingkatan status dari pelaku kepada tersangka di lakukan di pas setelah penyidikan atau pemeriksaan lanjutan ini jadi untuk kedua terduga pelaku akan dilakukan penahanan nanti di rutan Polda Maluku," ungkapnya. 

Untuk informasi, peristiwa penikaman terhadap Nus Kei diketahui terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, sekitar pukul 11.25 WIT.  

 Saat itu, Nus Kei baru saja tiba di bandara dari Jakarta.  

"Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” kata Kabid Humas Polda Maluku dalam keterangannya, Minggu.  Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tikaman yang dideritanya.  

Pihak Polres Maluku Tenggara bergerak cepat menangani kasus ini. Selang dua jam setelah kejadian, polisi berhasil menangkap dua orang terduga pelaku.  

Dua orang pelaku masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36) berhasil ditangkap dan tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif.  

Rosita mengatakan, pimpinan Polda Maluku sudah memerintahkan agar kasus tersebut ditangani secara profesional transparan, dan tuntas.    

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ucapnya. 

Baca juga: 2 Pelaku Pembunuhan Nus Kei Ditangkap, Satu di Antaranya Keponakan John Kei Atlet MMA, Motif Dendam

Motif Balas Dendam 

Dalam kasus ini, polisi mengungkap motif kedua pelaku yakni dilatar belakangi balas dendam. 

Keduanya dendam terhadap Nus Kei karena diduga menjadi otak di balik pembunuhan terhadap saudara kedua pelaku. 

"Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun Alias Dani Holat," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rosita Umasugi saat dihubungi, Senin (20/4/2026). 

Dari pengakuan kedua pelaku, insiden yang mengakibatkan tewasnya saudaranya itu terjadi pada 2020 lalu. 

"(Insiden pembunuhan ke Dani Holat) terjadi pada tahun 2020 di Jakarta, samping apartemen Metro Galaxi, Kalimalang, Bekasi," ucapnya.

Reaksi Bahlil Lahadalia

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menunjukkan sikap pasang badan atas tewasnya Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Bahlil menegaskan tidak terima atas aksi kekerasan yang merenggut nyawa sosok yang ia anggap sebagai keluarga sendiri tersebut.

"Ya kami turut berduka atas meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, saudara saya, Bang Nus. Dan semoga diterima oleh Allah SWT," ujar Bahlil saat ditemui di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menuntut keadilan penuh dan memastikan partai mengambil langkah organisasi yang serius.

"Dan DPP Golkar, sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi dalam rangka melakukan proses sampai tuntas," tegasnya. (Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.