Ratusan warga di Kabupaten Nganjuk terjerat dugaan investasi bodong melalui media aplikasi
Para korban memilih melapor ke Polres Nganjuk
Tertarik imbal hasil tinggi, para korban langsung menyalurkan dana ivestasi mereka ke aplikasi yang disebut-sebut korban bernama Snapboost.
SURYA.CO.ID, NGANJUK - Ratusan warga di Kabupaten Nganjuk terjerat dugaan investasi bodong melalui media aplikasi.
Warga di Kabupaten Nganjuk yang jadi korban investasi investasi bodong lewat aplikasi ni melapor ke Polres Nganjuk lantaran diduga tertipu, Senin (20/4/2026).
Seorang korban, Duka mengatakan imbal hasil dijanjikan cair tiap hari.
Janji manis itu bikin Duka dan para korban lain kepincut menyotarkan uang.
Uang yang disalurkan itu langsung masuk ke aplikasi yang disebut-sebut korban bernama Snapboost.
"Saya termasuk korban yang tergiur. Sebab, menjanjikan imbal hasil tinggi," katanya, Senin (20/4/2026).
Ia pun menyetorkan modal sebesar Rp 10 juta pada 2 Maret 2026.
Harapannya, uang dan keuntungan bisa cair di empat hari berselang. Namun, saldonya malah sirna.
Hal yang sama juga dialami korban lain.
Dia menyebut, totalnya ada sekira 400 orang yang merugi akibat investasi bodong ini.
Baca juga: Pasutri Asal Kediri Curi Ponsel di Nganjuk, Modus Manfaatkan Kelengahan Korban Saat Belanja
Investasi yang bermasalah ini menggunakan Aplikasi yang beroperasi melalui grup koordinasi internal yang telah dibuat secara masif.
"Kalau jaringannya luas dan merata. Di Jatim, mulai Surabaya, Jombang, Kediri, Nganjuk, dan kota lain," sebut Duka.
Duka melaporkan persoalan ini ke Polres Nganjuk bersama sejumlah korban, termasuk Purinah.
Purinah bilang, para korban membawa bukti transaksi untuk mendukung upaya pelaporan ke polisi.
"Kami datang ke Polres dalam rangka melaporkan," terangnya.
Purinah terkungkung dalam pusaran investasi bodong ini karena imbal hasil fantastis.
Imbal hasil itu jadi modus untuk menarik warga agar menyetorkan modal hingga jutaan rupiah.
Nilai investasi atau modal yang disetorkan purinah sebanyak Rp 7,5 juta.
"Dijanjikan sehari dapatnya (imbal hasil) 1,8 persen dari jumlah nilai aset terakhir. Bahkan, katanya tiap hari hasilnya bisa berlipat-lipat," paparnya.
Ia melanjutkan, uang modal yang disetorkan korban tak hanya berasal dari kantong pribadi.
Beberapa dari mereka sampai nekat berutang serta menggadaikan barang. Mereka menanggung beban berat.
"Korbannya kebanyakan ibu-ibu tua. Ada yang uangnya itu pinjam, ada yang uangnya menggadaikan barang untuk modal," lanjutnya.
Ia menyatakan, dia sempat merasakan hasil dari investasi.
Berdasar profit itu, dia mengajak anak dan suaminya bergabung.
Akan tetapi, lambat laun, aplikasi tidak bisa diakses.
"Kendati sempat merasakan hasil, total kerugian jauh lebih besar. Mudah-mudahan Polres Nganjuk itu menerima laporan kami. Kalau bisa uang kembali," ucapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Oknum Polisi Polres Nganjuk Digerebek saat Selingkuh dengan ASN Pemkab
Para korban melaporkan seseorang berinisial TEW warga Bekasi.
Diduga TEW merupakan koordinator yang membawahi member alias para korban.
TEW sebenarnya berjanji akan mengembalikan kerugian korban, tapi tak kunjung terealisasi.
TEW juga mengungkapkan ke korban bila dia juga member. Tak punya hak penuh atas aplikasi.
Ia menegaskan bahwa setiap wilayah memiliki koordinator masing-masing, sehingga tanggung jawab tidak sepenuhnya berada di pundaknya.
Untuk wilayah yang ia naungi, TEW bersedia menjaminkan aset di akunnya demi mengganti kerugian para member jika terbukti ada indikasi penipuan.
Menanggapi tuduhan bahwa aplikasi ini adalah skema ponzi atau penipuan, TEW membantah keras.
Ia mengklaim bahwa aliran dana langsung masuk ke sistem perusahaan tanpa melalui tangannya secara pribadi, dan penghasilannya hanya berupa bonus dari perusahaan.
"Saya tidak ngambil uang, tidak Ponzi memutar uang member gitu bukan, enggak ada. Karena saya dapat reward bonus itu dari perusahaan," ujar TEW.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadhi, menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan terkait laporan dugaan investasi bodong tersebut.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Nganjuk, untuk tidak mudah percaya dengan iming-iming investasi yang hasilnya menggiurkan ataupun tidak masuk akal.
"Jika ingin berinvestasi, konsultasikan dulu kepada ahlinya, jangan mudah tergiur," tutupnya. (nen)