4 Insfrastruktur di Ogan Ilir Kritis, Sejumlah Jalan Amblas Hingga Jembatan Putus
Shinta Dwi Anggraini April 21, 2026 11:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA -- Sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Ogan Ilir kini kondisinya memprihatinkan.

Ada yang aksesnya terancam putus, bahkan ada infrastruktur yang benar-benar terputus.

Berikut daftarnya:

1. Jalan Amblas di Kandis

Jalan penghubung antarkabupaten di Desa Pandan Arang, Kecamatan Kandis, terancam putus.

Penyebabnya diduga karena tergerus air sungai, tebing penahan jalan mengalami longsor.

Informasi dari warga, kondisi ini mulai terjadi sejak akhir Desember 2024 lalu.

"Longsor sudah hampir satu tahun. Jalan bisa-bisa amblas total," kata salah seorang warga bernama Yanuardi, Selasa (21/4/2026) pagi.

Yanuardi sendiri tinggal tak jauh dari titik jalan amblas.

Diungkapkannya, hujan dengan intensitas tinggi membuat aliran Sungai Ogan menjadi deras dan menggerus tebing di sisi jalan.

"Jalan yang nyaris amblas merupakan akses penghubung Desa Pandan Arang dan Lubuk Rukam di Kecamatan Kandis," terang Yanuardi.

"Jalan ini juga merupakan jalur alternatif dari dan menuju OKI (Ogan Komering Ilir)," jelasnya.

Hasil penelusuran di lapangan, ketinggian longsor mencapai kurang lebih 5 meter dan jalan nyaris ambles sepanjang 10 meter lebih.

Warga telah memasang patok darurat di seputaran titik longsor guna mengingatkan pengendara agar berhati-hati.

Meski jalan tetap dapat dilalui kendaraan, masyarakat berhati-hati saat melintas, terutama di malam hari.

"Dengan kondisi yang ada, warga harus berhati-hati saat melintas dan menghindari aktivitas di sekitar tebing yang berpotensi longsor susulan," kata Yanuardi.

Penanggulangan jalan longsor ini sedang diupayakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir.

Kepala Dinas PUPR Ogan Ilir, H. Ruslan, menyebut perlu upaya relokasi jalan ke trase yang lebih aman dan jauh dari tepi sungai.

"Sebab kalau mau pasang tiang pancang dan dibangun tembok penahan, biayanya besar sekali. Lagipula tanah di sekitar titik longsor sangat labil," terang Ruslan.

Pemkab Ogan Ilir melalui Dinas PUPR saat ini sedang berupaya membebaskan lahan untuk relokasi jalan.

"Kami sedang koordinasi dengan aparat pemerintahan kecamatan dan desa setempat terkait bakal lahan relokasi. Sehingga nantinya relokasi dapat berjalan lancar," jelas Ruslan.

2. Jalan Payaraman-Rengas Amblas

Akses jalan ruas Payaraman-Rengas di Ogan Ilir terancam putus pascainsiden gorong-gorong jebol.

Menurut informasi dari warga, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (17/4/2026) lalu.

Kronologinya, sebuah truk muatan pasir melaju dari arah Rengas menuju Payaraman.

Saat melintas di lokasi, salah satu ban kendaraan terperosok ke dalam gorong-gorong.

"Ban belakang kanan truk masuk lubang," kata seorang warga bernama Budiman, Selasa (21/4/2026).

Budiman mengaku turut mengevakuasi truk hingga dapat melanjutkan perjalanan.

Sementara lubang yang dihasilkan pada jalan selebar kurang lebih 1 meter, dengan kedalaman 1,5 meter.

Tak hanya itu, beton penutup gorong-gorong di sekitar lubang juga retak-retak.

"Retakan itu bisa bikin jalan amblas makin parah. Makanya tidak ada warga yang berani mendekat," ujar Budiman.

Meski terancam amblas total, terpantau masih ada kendaraan roda empat yang melintasi jalan di atas gorong-gorong.

Warga berharap kerusakan jalan segera ditanggulangi mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses utama antara Kecamatan Payaraman dan Lubuk Keliat.

"Kalau tidak cepat-cepat diperbaiki, bisa putus akses Payaraman-Rengas sampai ke Kecamatan Lubuk Keliat," kata Budiman.

Selama ini, kata Budiman, kondisi jalan yang rusak parah di antaranya akibat dilewati truk tambang pasir yang bertonase tinggi.

"Pihak penambang pasir harus bertanggung jawab. Setidaknya untuk menutup lubang jalan agar aman dilewati," pinta Budiman.

Menerima informasi dari masyarakat, polisi akan mengecek operasional kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

Kasi Humas Polres Ogan Ilir, Kompol Herman Ansori, mengatakan bahwa selama ini polisi rutin menggelar razia truk ODOL.

"Akan kami intensifkan lagi penindakan truk ODOL. Selain merusak infrastruktur jalan, truk tonase tinggi yang melebihi kapasitas muatan bisa mengakibatkan fatalitas kecelakaan," kata Herman dihubungi terpisah.

3. Jembatan Lubuk Rukam-Muara Kumbang Putus

Jembatan penghubung akses desa di Kecamatan Kandis, Ogan Ilir, kembali ambruk.

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Lubuk Rukam dan Muara Kumbang.

Informasi dari warga, jembatan Lubuk Rukam ambruk pada Senin (16/2/2026) siang sekira pukul 13.30.

Penyebab ambruknya jembatan diduga karena fondasi diterjang tumpukan rumput yang terbawa arus deras sungai.

Detik-detik ambruknya jembatan terekam oleh kamera ponsel warga.

Material besi jembatan pun hanyut terbawa arus sungai.

"Padahal pas hari Minggu (15/2/2026) sehari sebelum ambruk, jembatan itu selesai diperbaiki," ujar saksi mata bernama Aikom, Selasa (21/4/2026).

Sebelumnya, Jembatan Lubuk Rukam-Muara Kumbang ambruk pada Kamis (22/1/2026).

Penyebabnya juga sama, tiang jembatan diterjang tumpukan rumput.

Akibat insiden tersebut, seorang warga sempat hanyut ke sungai, namun berhasil menyelamatkan diri.

Kini akses kedua desa yang dihubungkan jembatan kembali terputus.

"Jembatan ini diperbaiki sementara dan khusus sepeda motor. Tapi sekarang ambruk juga," tutur Aikom.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir, H. Ruslan, mengatakan secepatnya akan menindaklanjuti kerusakan jembatan.

"Jembatan itu merupakan akses sementara, dibangun untuk jalur sepeda motor. Secepatnya akan kami tindaklanjuti untuk paling tidak masyarakat dapat mengakses antarwilayah yang dipisahkan sungai," kata Ruslan.

4. Jembatan Putus di Muara Kumbang

Sudah satu bulan jembatan di Desa Muara Kumbang, Kecamatan Kandis, putus.

Sambil menunggu proses perbaikan, jalur jembatan yang diputus dipasang rangkaian bambu dan papan sebagai titian darurat.

Titian tersebut juga ditopang oleh batang bambu yang ditancapkan ke dasar sungai.

Polisi mengimbau masyarakat berhati-hati saat melintasi jembatan ambles tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat berhati-hati saat melewati jembatan darurat. Tidak perlu rebutan untuk melintas," kata Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, Selasa (21/4/2026).

Informasi yang diterima polisi, proses penanggulangan kerusakan jembatan sedang memasuki tahap tender proyek.

Direncanakan akan segera ada perbaikan dalam waktu dekat.

"Dari Pemkab Ogan Ilir sebelumnya menyampaikan bahwa saat ini untuk perbaikan jembatan sedang tahap tender. Mudah-mudahan (diperbaiki) secepatnya," ucap Bagus.

Pucuk pimpinan Polres Ogan Ilir juga menyarankan agar jam operasional jembatan dibatasi selama masa penanggulangan kerusakan.

"Kami sampaikan ke perangkat desa agar jembatan darurat ini dibatasi operasionalnya sampai pukul 23.00. Kita tentunya ingin mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan," tutur Bagus.

 

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.