Megawati dkk Rawan pada Grand Final Proliga 2026, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap 1 Kekhawatiran
Agung Kurniawan April 21, 2026 11:33 AM

ARDHIANTO WAHYU/BOLASPORT.COM
Para pemain Jakarta Pertamina Enduro merayakan kemenangan atas Jakarta Popsivo Polwan pada lanjutan final four Proliga 2026 di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, 17 April 2026.

BOLASPORT.COM - Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bulent Karslioglu, menjelaskan kesiapan pasukannya menghadapi laga Grand Final Proliga 2026 akhir pekan ini.

Puncak persaingan Proliga 2026 akan tersaji pada akhir pekan ini di GOR Amongrogo, Yogyakarta di mana Jakarta Pertamina Enduro terlibat untuk sektor putri.

Tim juara bertahan tersebut akan berupaya menjaga kejayaannya dengan berjumpa Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dalam format pertandingan best of three.

Dengan format ini, setiap tim yang tampil di laga puncak hanya membutuhkan dua kemenangan saja guna mengunci gelar juara.

Menuju babak Grand Final Proliga 2026, modal baik dibawa oleh Pertamina Enduro selain sebagai juara bertahan, mereka juga sedang dalam tren baik.

Tim yang diperkuat oleh Megawati Hangestri Pertiwi tersebut berhasil keluar sebagai juara pada putaran kedua babak final four Proliga 2026 akhir pekan kemarin.

Mereka mengalahkan Phonska Plus sang lawan di final pada laga terakhir babak empat besar di GOR Jatidiri, Semarang dengan skor 3-1

Kemenangan itu membuat Pertamina Enduro menutup persaingan final four dengan memuncaki klasemen melalui torehan 12 poin atau unggul 3 poin atas Phonska Plus.

Kendati memiliki modal bagus dengan meraih kemenangan atas lawan di final terlebih dulu, posisi Pertamina Enduro juga tidak lepas dari kata rawan.

Hal tersebut diungkapkan oleh sang pelatih Bulent Karslioglu dalam konferensi pers usai laga melawan Phonska Plus di Semarang, Minggu (19/4/2026).

Pria asal Turkiye tersebut menegaskan dirinya akan mengerahkan segenap kemampuan untuk membuat anak asuhnya bisa tampil baik di laga grand final nanti.

Kendati demikian, Karslioglu tidak menutup mata bahwa kondisi udara tempat pertandingan akan membawa dampak bagi gebrakan para pemainnnya di lapangan.

Megawati dan bahkan para pemain asing seperti Wilma Salas dan Irina Voronkova bisa lebih maksimal jika venue laga final nanti lebih sejuk.

Dia juga menekankan tempat pertandingan yang sejuk akan memungkinkan timnya dan bahkan lawan bisa menunjukkan permainan yang lebih baik.

"Kita akan memberikan yang terbaik kalau hall-nya cukup sejuk atau dingin, kalau terlalu panas seperti ini sulit untuk tampil baik," kata Karslioglu.

"Apalagi ini dilihat dunia, karena level Proliga sudah level dunia seharusnya dengan hallnya bagus sejuk dan nyaman para pemain bisa menunjukkan yang terbaik," imbuhnya.

Pada laga sebelumnya ketika membekuk Jakarta Popsivo Polwan, Karslioglu sudah mengungkapkan kegusarannya usai merasakan panasnya udara GOR Jatidiri.

Menurutnya, udara panas membuat pola permainan timnya sedikit berjalan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

"Kita hanya punya lima pendingin udara di dalam (venue). Biasanya, di kota-kota lain ada dua pendingin di setiap sisi," tutur Karslioglu.

"Kenapa kami harus bertanding dengan kondisi yang sangat panas? kenapa para pemain tidak bisa memberi performa terbaik?"

"Semua orang ke sini untuk apa? Pertandingan bola voli yang bagus kan? Sekarang suhu udaranya sekitar 30 derajat, itu terlalu panas."

"Juga pemain terkadang kehilangan kontrol ketika lapangannya terlalu basah, pertandingan berhenti (untuk dilap). Temponya jadi pelan."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.