Refleksi Hari Kartini di Garut, Perempuan Dinilai Semakin Jauh dari Ekologi
ferri amiril April 21, 2026 04:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari 


TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Refleksi Hari Kartini di Garut menyoroti meningkatnya jarak antara perempuan dan ekologi, yang salah satunya dipicu oleh distrupsi teknologi.

Lonjakan penggunaan gawai terjadi di semua lapisan usia, bahkan anak-anak. Ketergantungan ini berdampak pada pola pikir dan perilaku, di mana kebutuhan dan keinginan kerap dibentuk oleh layar. 

Fenomena anak usia sekolah dasar yang menangis karena menginginkan produk perawatan diri menjadi gambaran perubahan nilai yang terjadi.

Selain itu, distrupsi teknologi juga memengaruhi relasi sosial dan emosi anak. Kasus perundungan meningkat, sementara peran orang tua perlahan tergantikan oleh gawai. 

Hal tersebut disampaikan oleh aktivis perempuan sekaligus tokoh lingkungan Garut Nissa Saadah Wargadipura dalam dialog refleksi Hari Kartini yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan di Farm House, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (21/4/2025).

Ia menjelaskan, dalam sejumlah kasus ekstrem, tekanan emosional yang tidak tersalurkan berujung pada tindakan tragis. 

Di sisi lain, etika dasar dalam interaksi sehari-hari juga mulai luntur, seperti kebiasaan sederhana mengetuk pintu atau membangun komunikasi langsung.

"Disrupsi ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut emosi. Ketika emosi tidak terkelola dengan baik, dampaknya bisa sangat luas, termasuk pada cara kita memandang kehidupan dan lingkungan," ujarnya.

Persoalan emosi ini berkaitan erat dengan kondisi ekologi yang kian terdegradasi. Kualitas lingkungan berpengaruh langsung pada kualitas hidup, termasuk kesehatan reproduksi.

Pola konsumsi yang tidak sehat, seperti tingginya asupan gula dan makanan instan, turut memperburuk kondisi ini. Akibatnya, generasi muda tumbuh tanpa fondasi gizi yang memadai, yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan berpikir dan perkembangan mereka.

Dalam konteks ini, lanjut Nisa, perempuan dipandang memiliki peran sentral. Pilihan antara mengikuti arus disrupsi atau membangun generasi yang kuat sangat bergantung pada kesadaran perempuan. 

Gerakan kembali ke 'real food' atau makanan alami menjadi salah satu inti perubahan, sebagai upaya memperbaiki kualitas hidup dari hulu.

"Kemudian ada konsep Kasur, Sumur, Dapur yang sekarang dimaknai ulang secara kontekstual, kasur berkaitan dengan pentingnya istirahat yang cukup, minimal delapan jam, demi menjaga kesehatan fisik dan mental,"

Kemudian Sumur menjadi simbol keberlanjutan ekologi, yang menuntut upaya pelestarian lingkungan, seperti menanam pohon agar sumber air tetap terjaga.

Sedangkan dapur mencerminkan keberagaman pangan, yang saat ini mulai berkurang dan perlu dihidupkan kembali demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

"Tiga nilai itu yang sekarang jauh dari perempuan, bagaimana mau menghadirkan anak-anak yang kuat di masa depan sedangkan kita luput dari hal penting tadi," ungkapnya.

Bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan, Bintang Puspayoga, menyampaikan bahwa terdapat sembilan poin yang dibahas dalam peringatan Hari Kartini di Garut.

Ia menjelaskan, dialog refleksi Hari Kartini tersebut mengangkat tema meneladani perempuan akar rumput. Dari dialog yang dilaksanakan, banyak pelajaran yang dapat diambil sebagai bahan evaluasi bersama.

"Dari dialog ini, kami berkomitmen untuk mencari solusi atas berbagai rintangan yang dihadapi perempuan," ujarnya.

Selain itu, ia menyinggung sosok perempuan dari Garut yang tengah diajukan sebagai pahlawan nasional sejak 2010, yakni Raden Ayu Lasminingrat. Lasminingrat dikenal atas kiprahnya mendirikan sekolah perempuan pertama di Garut.

PDI Perjuangan, kata dia, mendukung berbagai upaya untuk mendorong Lasminingrat ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Sejumlah kajian mengenai kiprah Lasminingrat telah dilakukan dan akan terus diperkuat guna mendukung proses penetapan tersebut.

"Nanti DPC PDI Perjuangan Garut akan mendorong agar RA Lasminingrat ditetapkan sebagai pahlawan nasional, DPP juga akan bantu, kita akan wujudkan harapan masyarakat Garut," tandasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.