Jelang Pemakaman Nus Kei, Kantor DPD Golkar Maluku Tenggara di Langgur Sepi
Mesya Marasabessy April 21, 2026 04:50 PM

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM — Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Maluku Tenggara (Malra) di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Ohoijang Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara, Selasa (21/4/2026) pukul 12.35 WIT, terpantau sepi.

Pintu kantor terlihat tertutup.

Hanya anak sekolah dasar yang bermain di bagian depan halaman, dan bahu jalan. 

Ada juga pedagang kaki lima tepat di sebelah kiri gerbang partai Beringin level kabupaten itu.

Kantor Golkar Malra, termasuk sekretariat partai parmanen, ada sejak Orde Baru, dan beralamat di kawasan padat penduduk di Langgur.

Aktivitas di kantor partai pengontrol dua kursi di DPRD Malra, Provinsi Maluku ini, sepi bersamaan disamayamkannya jenazah Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara (Malra), Agrapinus “Nus Kei” Rumatora (63), di rumah duka, Komplek Karang Tagepe, Kelurahan Wetdek, Langgur.

Untuk keperluan ibadah dan misa pelepasan arah (requiem), pukul 14.30 WIT siang ini, pihak keluarga membawa peti jenazah Nus Kei ke Gereja Katolik Paroki Joseph Ohoijang, Jl Jenderal Sudirman, Langgur, Kecamatan Kei Kecil, sekitar 350 meter dari rumah duka.

Baca juga: Warga Negeri Hote SBT Keluhkan Penolakan Bantuan Rumah, Minta Bupati SBT Turun Tangan

Baca juga: Jenazah Nus Kei Disembahyankan di Gereja Katolik Paroki Joseph Ohoijang

Jarak gereja, rumah duka dengan kantor sekretariat Golkar Malra, sekitar 500 meter di tenggara.

Nus Kei meninggal dunia setelah ditikam dua orang di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur Desa Obirat, sekutar 12 km dari rumah duka, Minggu (18/4/2026) pukul 11.30 WIT.

Nus Kei sempat dilarikan ke RS Perumda Karel Sadsuitubun, di Jl Jenderal Sudirman, Langgur. Namun sekitar pukul 15.00 WIT, Nus Kei dinyatakan meninggal dunia akibat luka tikaman, dan dibawa ke rumahnya di Komplek Karang Tagepe, Ohoijang, kawasan Dragon Lama.

Nus Kei, meninggal saat datang dari Jakarta untuk menghadiri Musda Golkar Maluku Tenggara, yang dijadwalkan Rabu (22/4/2026) di sebuah hotel di Langgur.

Pasca Insiden berdarah dan bersejarah ini, fungsionaris DPD Golkar Provinsi Maluku, akan menunjuk Plt Ketua DPD Malra.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, DPD Golkar Provinsi Maluku harus segera menunjuk plt ketua DPD Golkar Maluku Tenggara karena akan ada Musyawarah Daerah Golkar Maluku Tenggara dalam waktu dekat.

“Karena sebentar lagi akan dilaksanakan Musda, tentu DPD Provinsi akan menunjuk Plt Ketua DPD Maluku Tenggara dan sesegera mungkin Musda akan dilaksanakan,” katanya.

Sementara Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia (49), di Jakarta, Senin (20/4/2026) meminta aparat polisi menuntaskan penyidikan kasus ini dan mencari tahu akar masalah.

Partai Golkar di DPRD Malra, menempatkan dua kadernya di parlemen kabupaten.

Kuota kursi perlemen Malra 25 legislator dari 12 parpol peserta pemilu.

Dua kader itu adalah Januarius Tjoanda , peraih  491 suara dari dapil 1 Malra; Kecamatan Kei Kecil dan Manyeuw.

Di dapil ini Golkar bersaing dengan 7 partai politik.

Kader kedua adalah Agung Renwarin. Di pemilu legislarif 2024, dia meraih 431 suara. 

Agung terpilih dari Dapil 2 Malra; Kecamatan Kei Besar, Kei Besar Selatan, Kei Besar Utara Timur, Kei Besar Utara Barat dan Kei Besar Selatan Barat (alokasi 11 kursi).

Golkar tak mendudukan kadernya dari Dapil 3 Malra; Kecamatan Kei Kecil Timur, Kei Kecil Barat, Kei Kecil Timur Selatan dan Hoat Sorbay (kuota 6 kursi).

Di Malra, PDI-P menjadi pemenang pemilu dan penguasa parlemen dengan  8.478 suara.

Lalu disusul PAN (8.106 suara), disusul posisi ketiga Partai Nasdem peroleh 6.596 suara.

Pimpinan DPRD periode 2024-2029 diketuai Stepanus Layanan (PDI-P), Wakil Ketua Yohanis Bosco Rahayaan (PAN) dan Antonius Renyaan (Nasdem).(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.