Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kebakaran kapal perikanan KM Nusa Lestari Jaya 89 di Dermaga Klostor Ikan Eri, Dusun Eri, Desa Seilale, Kecamatan Nusaniwe, Senin (20/4/2026) malam.
Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda. Jane Luhukay, menjelaskan bahwa aparat kepolisian bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat terkait insiden tersebut.
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 18.30 WIT.
"Mendapat informasi awal, personel kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Kasi Humas dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Sekitar pukul 19.30 WIT, personel piket Pos Polsek Nusaniwe di Latulahat menjadi yang pertama tiba di lokasi guna mengamankan situasi.
Tak berselang lama, tepat pukul 19.45 WIT, tim dari Polsek Nusaniwe yang dipimpin KA SPKT Aiptu Stefret Makoy menyusul dan langsung mengambil langkah cepat.
Baca juga: Musda ke-X Partai Golkar Maluku Tengah Resmi Dibuka, Tiga Kandidat Resmi Bertarung
Baca juga: Mitra Binaan CSR Pertamina Patra Niaga Curi Perhatian Pengunjung SALAM FEST 2026 di Ambon
Petugas melakukan sterilisasi area, membantu proses pemadaman, sekaligus mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi di lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Kapolsek Nusaniwe, AKP. Johan Anakotta, turut memantau langsung jalannya penanganan di lapangan.
Tak lama kemudian, empat unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Ambon tiba di lokasi.
Petugas damkar langsung fokus memadamkan api yang berkobar di bagian palka kapal—area yang diketahui menyimpan material mudah terbakar.
"Berdasarkan keterangan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh kelalaian saat proses pengelasan pipa pendingin di dalam kapal," jelas Ipda Janet.
Percikan api dari aktivitas tersebut diduga mengenai ampas kayu serta styrofoam yang berada di bagian bawah palka, sehingga api dengan cepat membesar.
Setelah upaya pemadaman intensif selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.15 WIT.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp80 juta.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Selain itu, aparat juga terus menjaga situasi di lokasi agar tetap aman dan kondusif pascakejadian.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha perikanan dan pekerja kapal untuk lebih memperhatikan standar keselamatan kerja, khususnya saat melakukan aktivitas berisiko tinggi seperti pengelasan di area tertutup.(*)