Detik-Detik Negosiasi Batal, Trump Pilih Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran
SERAMBINEWS.COM – Hari Selasa (22/4/2026) menjadi momen penting dalam upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran, meski berakhir dengan penundaan yang tak terduga.
Dilansir Serambinews melalui BBC News (22/4/2026), awalnya Washington bersiap mengirim Wakil Presiden AS, JD Vance, ke Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Iran.
Pesawat Air Force Two bahkan telah disiapkan untuk keberangkatan tersebut.
Namun, rencana itu batal terlaksana.
Beberapa jam kemudian, pesawat belum juga lepas landas dan negosiasi resmi ditunda.
Presiden AS, Donald Trump, akhirnya mengumumkan keputusan memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada Rabu malam.
Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Sampai Negosiasi Selesai, Blokade Tetap Berlanjut
Langkah ini diambil untuk memberikan waktu tambahan bagi Iran menyusun “proposal terpadu” guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir dua bulan.
Keputusan Trump ini menjadi kali kedua dalam beberapa pekan terakhir ia menahan eskalasi militer dan memilih jalur diplomasi.
Meski demikian, situasi di balik layar menunjukkan ketidakpastian yang cukup besar.
Pemerintah AS tidak memiliki kepastian apakah Iran benar-benar akan hadir dalam perundingan, sehingga muncul keraguan untuk tetap mengirim delegasi tingkat tinggi.
Seiring berjalannya waktu, tanda-tanda penundaan semakin terlihat.
Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Sepihak, Iran Curiga: Dinilai Taktik AS Siapkan Serangan Mendadak
Utusan khusus AS, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner yang merupakan bagian dari tim negosiasi, memilih kembali ke Washington dari Miami, bukan melanjutkan perjalanan ke Pakistan.
Sementara itu, JD Vance juga kembali ke Gedung Putih untuk mengikuti pertemuan kebijakan bersama Trump dan para penasihatnya.
Pada akhirnya, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata melalui media sosial.
Ia menyebut keputusan tersebut diambil atas permintaan Pakistan sebagai mediator dalam perundingan.
“Kami telah diminta untuk menunda serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu,” kata Trump.
Baca juga: Baru Perpanjang Gencatan Senjata, Trump Langsung Ancam Hancurkan Iran Jika Negosiasi Gagal
Berbeda dari sebelumnya, Trump kali ini tidak menyebutkan batas waktu baru untuk gencatan senjata, sehingga menambah ketidakjelasan arah negosiasi.
Para analis menilai langkah ini sebagai strategi untuk membeli waktu sekaligus menjaga tekanan terhadap Iran.
Namun, di sisi lain, kebijakan tersebut juga memperpanjang ketidakpastian global, terutama karena konflik ini telah berdampak besar terhadap ekonomi dunia.
Salah satu isu utama yang masih menjadi penghalang adalah blokade AS di Selat Hormuz, yang oleh Iran disebut sebagai tindakan perang.
Hingga kini, Trump belum menunjukkan tanda-tanda akan mencabut blokade tersebut.
Baca juga: 5 Poin Krusial Perundingan AS–Iran, Trump Tebar Ancaman Lagi, Iran Enggan Hadir ke Meja Negosiasi
Sementara itu, Iran juga belum bersedia memenuhi tuntutan utama AS, termasuk penghentian program nuklir dan dukungan terhadap kelompok proksi di Timur Tengah.
Kondisi ini membuat peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat masih belum pasti.
Meski gencatan senjata diperpanjang, jalan menuju penyelesaian konflik tetap penuh tantangan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Baca juga: Para Ajudan Kucilkan Donald Trump, Jauhkan Presiden dari Ruang Situasi saat Operasi Rahasia di Iran