Tampil Memukau di Hari Kartini, Ketua TP PKK Nunukan Ungkap Pesan untuk Ibu dan Anak
Junisah April 22, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Penampilan Ketua TP PKK Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan Sabri, sukses mencuri perhatian dalam Lomba Busana Kebaya dan Wastra Nusantara pada peringatan Hari Kartini ke-147.

Balutan kebaya ivory bermotif bunga merah dan ungu yang dikenakannya membuat suasana acara semakin semarak.  Tak hanya soal penampilan, pesan yang disampaikannya pun menjadi sorotan.

Kegiatan ini tidak sekadar ajang perlombaan, tetapi juga memiliki tujuan penting, yakni mempererat hubungan (bonding) antara Ibu dan Anak.  Melalui lomba tersebut, diharapkan tercipta kerja sama yang baik antara keduanya.

“Ini menjadi momen untuk memperkuat kebersamaan antara Ibu dan Anak. Apalagi dalam peringatan Hari Kartini, kita juga mengenalkan wastra nusantara agar anak-anak tetap mengingat budaya bangsa,” ujarnya kepada TribunKaltara.com.

Baca juga: Hari Kartini, Ibu dan Anak Ikut Lomba Kebaya dan Wastra Nusantara Digelar Pokja Bunda PAUD Nunukan

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pembelajaran berharga bagi anak-anak, terutama dalam menghadapi kompetisi.

“Anak-anak belajar bahwa dalam lomba pasti ada yang menang dan kalah. Yang menang harus tetap rendah hati, dan yang kalah harus bisa menerima serta tetap semangat untuk mencoba lagi,” tambahnya.

Momentum Hari Kartini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan sosok Raden Ajeng Kartini kepada anak-anak, khususnya perempuan di tingkat PAUD. 

Dengan mengenakan kebaya, diharapkan anak-anak dapat memahami dan menghargai perjuangan Kartini.

“Anak-anak perempuan harus mengenal siapa Kartini, mengapa kita mengenangnya, dan bagaimana cara kita menghargai perjuangannya, salah satunya dengan melestarikan budaya seperti kebaya,” jelasnya.

HARI KARTINI - Bunda PAUD Kabupaten Nunukan bersama peserta Lomba Kebaya Ibu dan Anak PAUD usai kegiatan peringatan Hari Kartini ke-147 di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (21/4/2026).
HARI KARTINI - Bunda PAUD Kabupaten Nunukan bersama peserta Lomba Kebaya Ibu dan Anak PAUD usai kegiatan peringatan Hari Kartini ke-147 di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (21/4/2026). (TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan yang masih dihadapi perempuan di Kabupaten Nunukan, yakni terkait kemandirian, khususnya dalam bidang ekonomi.

“Di zaman sekarang, perempuan harus mandiri secara ekonomi dan mampu membantu perekonomian keluarga, tanpa meninggalkan peran sebagai ibu dan istri di rumah,” katanya.

Ia juga mengajak perempuan untuk berani keluar dari zona nyaman dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai situasi di luar.

“Perempuan harus berani mencoba hal baru, menghadapi tantangan, dan tetap kuat menghadapi berbagai dinamika yang ada,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.