Kotabaru Borong Juara, Tim Boy Dominasi Balap Perahu Dongfeng di Pesona Mappanre Ri Tasi’e 2026
Hari Widodo April 22, 2026 09:51 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN – Nelayan asal Kabupaten Kotabaru tampil menggila dalam ajang Balap Perahu Dongfeng 2026 yang digelar Rabu (22/4/2026).

Tim-tim asal Bumi Saijaan menyapu bersih hampir seluruh gelar juara dalam ajang yang berlangsung di Pantai Pagatan, Kabupaten Tanahbumbu.

Ajang yang menjadi rangkaian Pesona Wisata Mappanre Ri Tasi’e ini awalnya diprediksi akan berlangsung sengit merata antara tim tuan rumah Tanahbumbu dan tim tamu dari Kalimantan Timur.

Namun, kenyataan di lintasan laut lepas sepanjang 6 kilometer justru menunjukkan cerita yang berbeda.

Baca juga: Sengitnya Fun Rafting Bupati Cup 2026 di Pantai Pagatan Tanahbumbu, Atlet Batola dan Paser Jawara

Tim Boy Kotabaru tampil mengejutkan dengan kecepatan mesin yang sulit dikejar oleh lawan-lawannya sejak garis start di depan Dermaga Utama. 

Mereka berhasil finish di posisi terdepan dan mengunci gelar Juara 1 dalam kompetisi yang diikuti oleh total 18 tim lintas provinsi tersebut.

Kejutan tidak berhenti di situ karena daftar pemenang didominasi secara mencolok oleh wakil-wakil Kotabaru.

Dari delapan posisi juara yang diperebutkan, lima di antaranya berhasil dibawa pulang oleh tim asal Kotabaru, termasuk Juara 3 yang diraih Mutiara Hati dan Juara 4 oleh tim Alien.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Rusniansyah, mengaku sangat terkesan dengan perkembangan performa para peserta pada tahun ini.

Ia menyebutkan bahwa kemampuan para jogi dalam mengendalikan mesin Dongfeng di tengah ombak laut lepas telah meningkat pesat.

"Antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa dan sulit diprediksi hasilnya. Kita bisa melihat bagaimana tim-tim dari Kotabaru menunjukkan ketangkasan yang sangat matang hingga mendominasi podium juara," ujar Rusniansyah dengan nada bangga.

Tim BBS 01 dari Kalimantan Timur menjadi satu-satunya pesaing terberat yang mampu merangsek ke posisi kedua untuk mematahkan dominasi total Kotabaru di peringkat tiga besar. 

Sementara itu, tuan rumah Tanah Bumbu harus puas berada di posisi kedelapan melalui perjuangan tim Gusti 361.

Suara knalpot mesin yang saling bersahutan di sepanjang garis pantai Masjid Apung menjadi hiburan tersendiri bagi sekitar 200 penonton yang hadir. 

Mereka rela berpanas-panasan demi menyaksikan ketangkasan para nelayan mengadu nyali di atas gelombang setinggi lutut orang dewasa.

Baca juga: Puluhan Motoris Adu Cepat di Pantai Pagatan Tanahbumbu, Tempuh Lintasan Sejauh 6 Kilometer

Kemenangan besar tim Kotabaru ini sekaligus menjadi catatan penting bagi peta kekuatan olahraga ketangkasan nelayan di Kalimantan Selatan dan Timur. 

Ajang ini tidak hanya memperebutkan gelar tercepat, tetapi juga menjadi sarana pelestarian nilai budaya pesta pantai yang sudah melegenda di Tanah Bumbu.

(Banjarmasinpost.co.id/muhammad fikri syahrin)

 

 

 

 



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.