Komisi VIII DPR RI Tinjau Katering Haji di Sukoharjo, Pastikan Menu Khas Indonesia Ada di Madinah
Putradi Pamungkas April 23, 2026 04:16 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, meninjau langsung kesiapan penyediaan konsumsi jemaah haji 2026 di Kabupaten Sukoharjo, Kamis (23/4/2026). 

Kunjungan ini difokuskan pada kesiapan penyediaan konsumsi bagi jemaah haji tahun 2026.

Kehadiran menu khas Indonesia dinilai membawa perubahan signifikan terhadap kenyamanan jemaah selama beribadah di Tanah Suci.

Menu Indonesia Jadi Andalan Katering Haji 2026

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Wachid mengaku baru pertama kali bertemu langsung dengan jajaran manajemen Wong Solo Group, meski nama perusahaan itu sudah lama dikenal.

Ia menyebut diskusi yang berlangsung membahas perkembangan layanan katering haji dari tahun ke tahun, terutama soal penyesuaian cita rasa makanan bagi jemaah asal Indonesia.

Menurutnya, pada 2022 lalu, layanan konsumsi haji masih didominasi cita rasa khas India dan Pakistan.

Hal ini membuat sebagian jemaah kurang cocok, bahkan menyebabkan makanan tidak dikonsumsi.

“Alhamdulillah, setelah Wong Solo Group masuk, terbukti saat kunjungan kami ke Madinah, banyak jemaah yang menginginkan cita rasa khas Indonesia,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid melakukan peninjauan
TINJAU - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid melakukan peninjauan langsung ke salah satu pengelolaan katering haji di Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (23/4/2026).

Kini, menu makanan khas Indonesia mulai disajikan di Madinah. Perubahan ini dinilai sebagai langkah penting dalam meningkatkan kenyamanan dan kepuasan jemaah haji Indonesia.

DPR Dorong Peningkatan Layanan dan Harga Terjangkau

Abdul Wachid menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan katering harus terus dilakukan.

Tidak hanya dari segi rasa dan pelayanan, tetapi juga efisiensi harga agar lebih terjangkau.

“Ini sangat berharga bagi umat Muslim. Ke depan, saya berharap pelayanan semakin baik dan harga bisa lebih terjangkau,” tambahnya.

Dorongan ini menjadi penting mengingat jumlah jemaah haji Indonesia yang besar setiap tahunnya, sehingga kualitas konsumsi menjadi salah satu faktor utama kenyamanan ibadah.

Baca juga: Ibadah Haji 2026: Total 2.159 Jemaah Calon Haji Sudah Masuk Embarkasi Solo

Standar Produksi Dinilai Higienis dan Berkualitas

Selain berdiskusi, Abdul Wachid juga meninjau langsung fasilitas produksi milik PT Halalan Thayyiban Indonesia di Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Ia menilai standar produksi di pabrik tersebut sudah sangat baik dan memenuhi aspek higienitas.

“Kualitasnya terjaga, sangat higienis. Tadi kita lihat langsung, semua pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD), sehingga makanan tidak terkontaminasi dari luar,” ungkapnya.

Peran PT Halalan Thayyiban Indonesia untuk Jemaah Haji

Sebagai informasi, PT Halalan Thayyiban Indonesia (HATI) merupakan bagian dari Wong Solo Group yang sejak 2023 dipercaya memproduksi makanan kemasan siap saji berupa lauk pauk untuk diekspor ke Arab Saudi.

Produk tersebut digunakan sebagai menu makanan siap saji (meals ready to eat) bagi jemaah haji, khususnya di wilayah Madinah.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.