TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Meski badan terbaring di ruang perawatan IGD RSUD Tengku Rafian Siak, M Jais (56) masih mampu mengingat dengan jelas sosok yang menyerangnya.
Dalam kondisi luka usai mempertahankan Kantor desa Dosan dari aksi pencurian, ia tetap memberikan keterangan penting kepada penyidik terkait ciri-ciri pelaku.
Ia tampak menyampaikan sejumlah ciri pelaku kepada Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos.
Baca juga: Polisi Olah TKP di Kantor Kampung Dosan Siak, Penjaga Kampung Dipukuli Maling
Tampak Raja Kosmos mendekatkan telinganya kepada korban yang masih terkapar di ranjang IGD RSUD.
Di antara yang dapat dibayangkan Jaiz adalah gaya rambut dan perawakan tubuh pelaku.
Keterangan itu menjadi petunjuk dalam proses penyelidikan.
Raja Kosmos, mendatangi korban di rumah sakit sesaat setelah kejadian.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gagalkan Pencurian di Kantor Desa, Penjaga Kampung di Siak Bersimbah Darah
Kehadirannya menjadi bagian dari respons cepat kepolisian sekaligus bentuk empati terhadap korban.
“Kami hadir di rumah sakit ini untuk menyapa korban dan keluarga. Kami dari keluarga besar Polres Siak turut prihatin atas kejadian ini, namun juga memberikan apresiasi atas keberanian korban yang telah menggagalkan aksi pencurian,” ujar Raja Kosmos.
Ia menegaskan, penanganan kasus telah dilakukan secara simultan. Jajaran Polsek Bunga Raya bersama Sat Reskrim Polres Siak telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
“Kami akan mengintensifkan penyelidikan secara maksimal melalui kolaborasi antar fungsi. Kehadiran kami di TKP maupun menjenguk korban merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap setiap kejadian di masyarakat,” tambahnya.
Polres Siak juga membuka kesempatan partisipasi masyarakat dalam pengungkapan kasus ini.
Masyarakat diimbau segera melaporkan jika memiliki informasi yang berkaitan dengan identitas maupun keberadaan pelaku.
“Kami mengharapkan bantuan informasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat agar pelaku dapat segera terungkap dan diamankan,” tutupnya.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di Kantor desa Dosan, Kecamatan Pusako.
Saat itu, korban yang bertugas sebagai penjaga kantor memergoki pelaku yang diduga hendak melakukan pencurian.
Tanpa ragu, korban berusaha menggagalkan aksi tersebut.
Namun upaya itu berujung perlawanan dari pelaku. Korban dipukul hingga mengalami luka, sementara pelaku berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.
(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)