TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sebuah peristiwa tragis tenggelamnya dua pelajar SMP di Sungai Cisanggarung, Kabupaten Cirebon, menyisakan duka mendalam serta perjuangan emosional bagi keluarga korban.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 22 April 2026, di Sungai Cisanggarung, Desa Waled Desa, Cirebon.
Dua pelajar (Adit dan Dani) tenggelam saat berenang sepulang sekolah.
Awalnya satu orang terseret arus ke tengah, lalu temannya mencoba menolong.
Namun keduanya malah tenggelam karena arus bawah sungai yang kuat meskipun permukaannya tampak tenang.
Berikut wawancara wartawan Tribun Jabar dengan Sani, ibunda Adit, salah satu korban tenggelam dalam program Saksi Kata.
Baca juga: Berjibaku Arus dan Pandangan Nol, Penyelam Cari Pelajar SMP yang Tenggelam di Sungai Cisanggarung
Tanya: Kapan dan di mana peristiwa tragis ini terjadi?
Jawab: Ini terjadi pada Rabu, 22 April 2026, siang hari. Lokasi di aliran Sungai Cisanggarung, Desa Waled Desa, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon.
Tanya: Siapa saja korban dalam musibah ini?
Jawab: Ada dua korban yang tenggelam, yaitu Adit, warga Desa Pakusamben, dan Dani Hakim, warga Desa Kudumulya. Mereka siswa kelas dua di SMP PGRI Babakan.
Tanya: Bagaimana kronologi awal mula kedua korban tenggelam?
Jawab: Berdasarkan keterangan Kepala Desa Pakusamben, Arif Solihun, awalnya ada empat pelajar di lokasi. Adit dan satu rekannya berenang dari tepi menuju tengah sungai. Tiba-tiba, salah satu dari mereka tenggelam. Rekannya mencoba menolong, namun justru ikut terseret arus sungai yang tampak tenang tetapi dalam dan memiliki daya tarik kuat ke bawah.
Tanya: Bagaimana kondisi terkini orang tua korban di lokasi pencarian?
Jawab: Suami saya menolak meninggalkan lokasi. Dia bermalam dan tidur di tepi sungai, menunggu kabar Adit ditemukan.
Tanya: Apakah korban sempat berpamitan kepada keluarga sebelum kejadian?
Jawab: Ya. Adit sempat berpamitan untuk bermain seperti biasa. Adit memang gemar berenang, biasanya ia hanya bermain di dekat lingkungan rumah. Baru kali ini Adit bermain air hingga ke lokasi yang cukup jauh (Sungai Cisanggarung).
Tanya: Apa kendala utama yang dihadapi tim gabungan dalam proses pencarian?
Jawab: Kata Kapolsek Waled, AKP M. Fadholi,tantangannya berupa kondisi air sungai yang keruh, dasar sungai yang berbatu, serta kedalaman yang tidak merata.(*)