TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG - Politeknik STIA LAN Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berstandar global melalui penyelenggaraan kuliah umum internasional. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pengayaan mata kuliah Formulasi Kebijakan dan Kepemimpinan, dengan menghadirkan dua akademisi terkemuka dari Myongji University, Korea Selatan, yakni Prof. Yong Sun Lee dan Prof. Hye Kyoung Lee dari Department of Law and Public Administration.
Kuliah umum ini dihadiri oleh Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, dosen pengampu mata kuliah Formulasi Kebijakan, Dr. Nita Nurliawati, S.Sos., M.Si., serta dosen pengampu mata kuliah Kepemimpinan, Dr. Siti Widharetno Mursalim, S.IP., M.Si. Kegiatan ini dipandu oleh Saekul Anwar, S.Pd., M.Si. sebagai moderator dan diikuti secara antusias oleh para mahasiswa.
Dalam pemaparannya, kedua narasumber mengulas secara komprehensif pengalaman Korea Selatan dalam membangun sistem kebijakan publik yang adaptif serta kepemimpinan yang efektif. Korea Selatan menjadi salah satu contoh negara yang berhasil melakukan transformasi signifikan dari negara berkembang menjadi negara maju, melalui kebijakan strategis, tata kelola pemerintahan yang kuat, serta kepemimpinan yang visioner.
Lebih lanjut, para narasumber menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya ditopang oleh aspek ekonomi dan kebijakan semata, tetapi juga oleh kekuatan nilai-nilai budaya. Disiplin, kerja keras, dan semangat kolektivitas menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter bangsa sekaligus memengaruhi proses perumusan kebijakan publik.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung dinamis. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan kritis terkait praktik kebijakan publik di Korea Selatan, mulai dari proses perumusan, implementasi, hingga penyesuaiannya dengan dinamika sosial dan budaya.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum internasional ini, Politeknik STIA LAN Bandung terus memperkuat jejaring akademik global sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan tantangan zaman. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing di tingkat internasional.