Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN- Program pelayanan kesehatan menarik kini hadir buah kolaborasi antara Smile Train Indonesia dan Rumah Sakit Hermina Galaxy.
Kini, anak-anak dengan kondisi celah bibir dan langit-langit kini dapat memperoleh pengobatan tanpa biaya alias gratis.
Secara spesifik, program ini menghadirkan layanan operasi sumbing gratis yang tidak hanya berfokus pada tindakan bedah, tetapi juga mencakup perawatan menyeluruh bagi pasien.
Dimulai dari pemeriksaan awal, pemenuhan nutrisi sebelum operasi, hingga penanganan pascaoperasi.
Pascaoperasi yang dimaksud ialah dengan terapi wicara dan perawatan gigi, itu pun juga diberikan tanpa dipungut biaya.
Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, mengatakan, kolaborasi yang telah berjalan sejak 2014 ini berhasil membantu hingga hampir 700 pasien sumbing di wilayah Bekasi.
Program ini juga terus berjalan sepanjang tahun dan terbuka bagi masyarakat.
“Sampai saat ini sudah lebih dari 600 pasien hanya di RS Hermina Galaxy yang telah dibantu melalui program operasi bibir sumbing gratis, dan ini akan terus berkelanjutan sepanjang tahun," kata Deasy, Kamis (23/4/2026).
Deasy mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkonsultasi, terutama bagi orang tua yang memiliki anak dengan kondisi sumbing.
Ia juga berharap dukungan media dapat untuk menyampaikan program sosial ini ke khalayak luas.
"Kapan saja masyarakat bisa datang untuk berkonsultasi terkait penanganan anak dengan sumbing, sehingga bayi bisa mendapatkan penanganan di waktu yang tepat dan memperoleh senyuman sesuai tahapan perawatan,” jelasnya.
Deasy menuturkan, operasi bibir sumbing umumnya dapat dilakukan saat bayi berusia minimal tiga bulan.
Lalu dilanjutkan operasi langit-langit pada usia sekira satu tahun.
Sementara itu, pasien dewasa juga tetap dapat menjalani tindakan perbaikan atau rekonstruksi.
“Untuk pasien dewasa yang ingin memperbaiki hasil operasi sebelumnya juga bisa datang, karena kami memiliki dokter spesialis yang mampu melakukan rekonstruksi agar hasilnya lebih baik,” tuturnya.
Satu orang tua pasien, Rima bersama suaminya Sholeh, mengaku terbantu dengan adanya program ini.
Sebab putri mereka, Elsanum, yang kini berusia sekira satu tahun dua minggu telah menjalani operasi pertama dengan lancar saat usia tiga bulan dua minggu melalui program Smile Train.
“Kami pertama tahu dari Instagram. Prosesnya ternyata tidak sulit, cukup kirim foto anak lalu dijadwalkan operasi. Semuanya gratis,” imbuh Rima.
Rima menyampaikan, proses operasi juga berjalan cepat tanpa harus rawat inap lama.
“Waktu itu langsung operasi dan pulang. Kami sangat terbantu, apalagi biaya bukan hal yang kecil bagi kami,” ucapnya.
Terlebih, Rima juga mengaku bahagia melihat perubahan kondisi anaknya setelah operasi.
Menurutnya, program ini sangat membantu banyak keluarga yang mungkin belum mengetahui adanya layanan operasi gratis.
"Rasanya tidak bisa diungkapkan, kami sangat senang melihat perkembangan anak kami sekarang,” lugasnya.
Sementara itu, Direktur RS Hermina Galaxy, dr. Hardimas, menyatakan pihaknya siap dalam memberikan layanan berstandar tinggi bagi masyarakat.
Penanganan pasien sumbing di RS Hermina Galaxy juga melibatkan beragam tenaga medis lintas disiplin, mulai dari dokter anak, ahli gizi, hingga dokter gigi dan spesialis bedah plastik, guna memastikan proses pemulihan berjalan maksimal dan berkelanjutan.
Lalu, dukungan dari tingkat global turut memperkuat program ini, satu contohnya melalui kunjungan Miss Cosmo 2025, Yolina Lindquist, dan Runner up Chelsea Fernandes yang melihat langsung proses pelayanan di rumah sakit tersebut.
"Dengan adanya layanan gratis ini, diharapkan semakin banyak anak di Bekasi dan sekitarnya dapat tumbuh sehat, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih cerah," pungkasnya. (m37)