Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Perkembangan terbaru dari tragedi tenggelamnya dua pelajar di Sungai Cisanggarung akhirnya menemukan titik terang.
Jasad korban kedua bernama Dani, warga Desa Kudumulya, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, ditemukan mengapung sejauh sekitar 1 kilometer dari lokasi awal tenggelam, Jumat (24/4/2026) pagi.
Penemuan itu terekam dalam video yang beredar di media sosial.
Baca juga: Tangis Ibu Korban Tenggelam di Cirebon: Adit Pamit Bermain Seperti Biasa
Dalam rekaman tersebut, terlihat kondisi sungai yang berair keruh dengan arus yang tampak tenang, namun perlahan membawa tubuh korban menjauh ke tengah aliran.
Dari gambar yang beredar, jasad korban tampak mengapung dalam posisi telungkup di permukaan air.
Di sekitarnya, terlihat ranting dan sampah organik yang ikut hanyut, memperlihatkan kondisi sungai yang cukup berbahaya meski terlihat tenang dari permukaan.
Sementara dalam video berdurasi sekitar 29 detik, kamera sempat menyorot ke arah tepian sungai.
Terlihat kerumunan warga dari berbagai usia berdiri di atas tebing, menyaksikan dengan wajah tegang dan penuh keprihatinan.
Beberapa di antaranya merekam momen tersebut menggunakan ponsel.
Beberapa saat kemudian, kamera kembali mengarah ke tengah sungai, memperlihatkan jasad korban yang terus terbawa arus menjauh dari tepian.
Kapolsek Waled Polresta Cirebon, AKP M Fadholi, membenarkan bahwa korban kedua telah ditemukan.
“Betul pak (ditemukannya pelajar kedua yang tenggelam ditemukan),” ujar Fadholisaat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026) pagi.
Ia juga menjelaskan, bahwa lokasi penemuan korban cukup jauh dari titik awal kejadian.
“(Ditemukannya jasad kedua atas nama Dani), ada 1 kilometer masuk Desa Waled kota,” ucapnya.
Baca juga: Berjibaku Arus dan Pandangan Nol, Penyelam Cari Pelajar SMP yang Tenggelam di Sungai Cisanggarung
Penemuan Dani ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang tim gabungan yang sebelumnya terus menyisir aliran Sungai Cisanggarung.
Sebelumnya, suasana haru juga menyelimuti proses penemuan korban pertama, Adit (15), warga Desa Pakusamben.
Dalam video amatir, terdengar suara lirih warga mengucap syukur saat jasad korban pertama kali terlihat di tengah gelapnya malam.
Pencarian kedua korban memang penuh tantangan.
Kedalaman sungai yang mencapai 6,5 meter, arus bawah yang kuat, serta kondisi gelap dengan jarak pandang nol menjadi kendala utama bagi tim SAR.
Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gebang, Lettu Laut Nurhayat, menyebut korban kemungkinan besar telah bergeser jauh dari titik awal tenggelam.
“Korban itu begitu jatuh tidak langsung lurus ke bawah tapi langsung kena arus. jadi kemungkinan korban tidak berada di titik jatuh, jadi sudah bergeser,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, kondisi dasar sungai yang dipenuhi hambatan seperti bambu, palung, dan struktur batu membuat proses pencarian semakin sulit.
“Kendalanya pertama arus yang kuat. Yang kedua jarak pandang, zero visibility, nol,” katanya.
Diketahui, peristiwa ini bermula saat empat pelajar mandi di Sungai Cisanggarung sepulang sekolah.
Dua di antaranya nekat berenang ke tengah sungai, sebelum akhirnya tenggelam.
Kepala Desa Pakusamben, Arif Solihun, menyebut salah satu korban sempat berusaha menolong rekannya, namun justru ikut terseret arus.
“Iya, awalnya satu orang yang ke tengah, terus yang satunya mau menolongin cuma ikut tenggelam. Jadi dua orang,” ujarnya.
Kini, dengan ditemukannya Dani, pencarian resmi terhadap kedua korban telah berakhir.
Baca juga: Detik-detik Jasad Pelajar yang Hanyut di Cirebon Ditemukan Terekam Video, Haru Bercampur Pilu
Duka mendalam menyelimuti keluarga dan warga sekitar, sementara peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Sungai Cisanggarung yang tampak tenang menyimpan bahaya besar di balik permukaannya.