Menpora Italia Tolak Wacana Gli Azzurri Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Disebut Tidak Pantas
Drajat Sugiri April 24, 2026 04:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, angkat bicara terkait rumor yang menyebut Timnas Italia bisa menggantikan Iran di Piala Dunia 2026.

Isu tersebut mencuat setelah utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Paolo Zampolli, mengusulkan agar Italia dimasukkan ke turnamen tersebut meski gagal lolos kualifikasi.

Zampolli bahkan mengaku telah menyampaikan ide tersebut kepada Presiden AS dan Presiden FIFA.

"Saya mengonfirmasi telah menyarankan kepada Trump dan (Gianni) Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia," ujar Zampolli, dikutip dari Mirror, pada Kamis (23/4/2026) kemarin.

Namun, respons keras langsung datang dari pemerintah Italia.

Andrea Abodi dengan tegas menolak wacana tersebut. Ia menilai gagasan Italia tampil lewat "jalur belakang" bukanlah hal yang tepat.

PERAYAAN GOL - Selebrasi para pemain timnas Italia setelah mencetak gol ke gawang Israel pada pertandingan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa berlangsung di Stadion Nagyerdei, Hungaria, Selasa (9/9/2025) dini hari WIB. Italia menang 5-4.
PERAYAAN GOL - Selebrasi para pemain timnas Italia setelah mencetak gol ke gawang Israel pada pertandingan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa berlangsung di Stadion Nagyerdei, Hungaria, Selasa (9/9/2025) dini hari WIB. Italia menang 5-4. (Laman resmi Nazionale Italiana)

"(Italia ke Piala Dunia) pertama, tidak mungkin dan kedua, tidak pantas. Kualifikasi harus diraih di lapangan," tegas Abodi, dikutip dari Football Italia, pada Jumat (24/4/2026).

Menurut Abodi, prinsip utama sepak bola adalah meritokrasi, di mana setiap tim harus mendapatkan tiket ke putaran final melalui hasil pertandingan, bukan keputusan politik.

Ia juga menilai usulan tersebut bertentangan dengan nilai sportivitas yang dijunjung tinggi dalam sepak bola internasional.

Senada dengan pendapat Abodi, Presiden NOC Italia, Luciano Buonfiglio juga tidak sepakat dengan ide Gli Azzurri menggantikan Iran di Piala Dunia 2026.

Menurutnya, ide ini tidak pantas karena Italia sudah gagal di playoff dan kenyataan itulah yang harus diterima.

"Pertama, saya tidak berpikir bahwa itu mungkin terjadi. Kedua, saya justru merasa tersinggung," kata Buonfiglio.

"Sebuah tim harus berada dalam kondisi layak untuk tampil di Piala Dunia )dengan lolos lewat kualifikasi)," lanjutnya.

FOTO BERSAMA - Kesebelasan Timnas Italia melakukan foto bersama sebelum melawan Moldova pada pertandingan matchday ke-9 Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Jumat (14/11/2025) dini hari WIB. (figc.it)

Baca juga: Timnas Iran Boleh Main di Piala Dunia 2026, Tetapi Menlu AS Tetap Pasang Syarat Ketat

Rumor Italia bakal gantikan Iran ini muncul di tengah situasi geopolitik yang memanas antara Amerika Serikat dengan Iran.

Beberapa pihak sempat berspekulasi Iran bisa dicoret dari turnamen, sehingga membuka peluang bagi tim lain untuk menggantikan.

Namun, FIFA telah menegaskan bahwa Iran tetap berhak tampil setelah lolos kualifikasi secara sah.

Bahkan, jika pun terjadi perubahan, pengganti Iran kemungkinan besar berasal dari zona Asia, bukan Eropa seperti Italia.

Di sisi lain, Italia memang dipastikan gagal tampil di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak playoff kualifikasi.

Kegagalan tersebut membuat Gli Azzurri absen untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang Piala Dunia.

Di sisi lain, Italia memang dipastikan gagal tampil di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak playoff kualifikasi.

Kegagalan tersebut membuat Gli Azzurri absen untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang Piala Dunia.

Pemerintah AS Tak Larang Iran Main di Piala Dunia

Para pemain Iran merayakan dengan penyerang mereka #20 Sardar Azmoun setelah ia mencetak gol keempat mereka dalam pertandingan sepak bola Grup C Piala Asia AFC Qatar 2023 antara Iran vs Palestina di Stadion Kota Pendidikan di Al-Rayyan, sebelah barat Doha pada 14 Januari 2024.
TIMNAS IRAN - Para pemain Iran merayakan dengan penyerang mereka #20 Sardar Azmoun setelah ia mencetak gol keempat mereka dalam pertandingan sepak bola Grup C Piala Asia AFC Qatar 2023 antara Iran vs Palestina di Stadion Kota Pendidikan di Al-Rayyan, sebelah barat Doha pada 14 Januari 2024. (KARIM JAAFAR / AFP)

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan tidak keberatan Iran tampil di Piala Dunia 2026, namun memberikan batasan tegas terkait pihak-pihak tertentu.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa Washington tidak melarang para pemain Iran untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

Namun demikian, individu yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak akan diizinkan masuk ke wilayah Amerika Serikat.

"Tidak ada dari pihak AS yang mengatakan mereka tidak boleh datang," ujar Rubio, dikutip dari The Straits Times, pada Jumat (24/4/2026).

"Masalah dengan Iran bukanlah atlet mereka. Itu adalah ketika mereka ingin membawa sejumlah orang bersama mereka, orang-orang yang punya ikatan dengan IRGC."

"Kami tidak bisa membiarkan mereka masuk, namun tidak demikian halnya dengan atlet (atlet boleh masuk)," sambungnya.

Diketahui, Amerika Serikat mengkategorikan IRGC sebagai ancaman serius.

Maka dari itu, AS tidak mengizinkan orang-orang yang memiliki kaitan dengan IRGC untuk masuk ke Amerika Serikat.

"Mereka tidak bisa membawa sekelompok anggota teroris IRGC ke negara kami dan berpura-pura bahwa mereka adalah wartawan atau pelatih," tutup Rubio.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.