Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Kasus serangan buaya yang menimpa Nikolaus Noeng (61), warga Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, saat mandi di pesisir Pantai Utara Flores pada Rabu (26/4/2026) petang, memicu perhatian serius berbagai pihak. Kejadian tersebut dinilai perlu penanganan cepat untuk mencegah jatuhnya korban lain.
Hingga kini, masyarakat masih menantikan langkah konkret dari pemerintah dan instansi teknis terkait penanganan keberadaan buaya di kawasan pesisir utara Sikka yang dinilai semakin membahayakan.
Kepala Seksi KSDA Wilayah IV Maumere, Sos George Patty, S.Hut, saat dihubungi TRIBUNFLORES.COM, Jumat (24/4/2026), mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dan segera menyiapkan langkah penanganan.
Menurutnya, upaya awal yang akan dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat serta pemasangan plang larangan di lokasi kejadian.
Baca juga: Perkuat Tugas Keimigrasian, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT Kunjungi Kanim Kelas II TPI Maumere
KSDA juga berencana melibatkan pemerintah desa dan aparat Desa Bangkoor dalam kegiatan sosialisasi agar warga tidak kembali beraktivitas di area tersebut.
“Dalam waktu dekat kami akan mengumpulkan warga bersama aparat desa untuk sosialisasi. Kami ingin mengimbau masyarakat agar tidak lagi ke lokasi itu dan akan memasang tanda larangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan buaya di lokasi tersebut masih terpantau pasca-kejadian sehingga masyarakat diminta untuk lebih waspada dan tidak mendekati area tersebut.
KSDA juga berharap adanya dukungan dari masyarakat dalam upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Selain itu, koordinasi dengan Polres Sikka telah dilakukan untuk memperkuat langkah penanganan di lapangan.
“Oleh karena itu, kami akan melakukan sosialisasi dan memasang plang larangan kepada warga,” tegasnya.