Sosok Supardi Bangun Rumah Mirip Bus di Wonogiri, Awal-awal Jadi Bahan Cibiran
deni setiawan April 24, 2026 06:11 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Modal pengalaman sebagai tukang bangunan, Supardi warga Dusun Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri ini membangun rumahnya sendiri secara unik.

Siapa sangka, rumah yang dibangunnya dan dibantu enam pekerja itu mendadak ramai diperbincangkan publik, terutama di media sosial.

Meskipun saat ini baru selesai sekira 60 persen, rumahnya tersebut sudah terlihat. Rumah itu mirip bus AKAP.

Ada dua bangunan yang dibangunnya dan saling terkoneksi, bus berbentuk besar dan kecil.

Baca juga: Sopir Masih Trauma, Ayah Tewas usai Truk Menabrak Pohon di Wonogiri

• Buntut Prank Kebakaran Warung Nasi Goreng, Damkar Kota Semarang Tuntut DC Minta Maaf

Ya, di kawasan permukiman tersebut berdiri sebuah bangunan unik yang sekilas menyerupai bus tingkat yang sedang terparkir.

Bangunan nyeleneh itu ternyata sebuah rumah pribadi milik warga bernama Supardi (43).

Hunian berkonsep menyerupai bus antarkota antarprovinsi (AKAP) ini pun viral di media sosial dan mengundang rasa penasaran banyak orang.

Dalam sepekan terakhir, menurut Supardi, banyak warga dari luar dusun sengaja datang untuk datang melihat secara langsung rumahnya.

Pria yang akrab disapa Bagong atau BG itu menjelaskan, rumah tersebut dibangun di atas lahan seluas sekira 90 meter persegi.

Proses pembangunan rumah berbentuk bus itu dimulai pada Februari 2026, bertepatan awal Ramadan.

Dia sengaja memilih desain yang tidak biasa agar tampil berbeda dari rumah pada umumnya.

Tak hanya itu, Supardi juga berharap keberadaan rumah unik tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi lingkungan sekitarnya.

Sempat Dicibir

Supardi bercerita, awalnya banyak yang mencibir dan geleng-geleng kepala saat melihat proses pembangunan, terlebih saat proses pengurukan tanah hingga pemasangan tulangan besi untuk cor, karena bentuknya yang tak biasa.

"Dari awal dari geser tanah (banyak warga yang heran), kalau tanah rata-rata rumah itu kan digeser rata. Rata dulu baru kasih fondasi," tutur Supardi saat menceritan proses awal pembangunan seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (24/4/2026).

"Kalau ini geser tanah itu ada yang naik, ada yang turun (tidak diratakan semua). Jadi dilihat enggak jelas gitu."

"Makanya tetangga, bahkan saudara tanya, itu mau bikin apa."

"Warga heran, maksudnya mau bikin apa, kok gesernya (bangun pondasinya) seperti begitu," kata dia.

20260424 _ Viral Rumah Bus di Wonogiri
RUMAH BUS - Penampakan rumah Supardi di Dusun Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri yang menyerupai bentuk bus AKAP. Rumah tersebut pun viral di media sosial.

• Teror Bom Molotov di Rumah Kades Hoho, Mobil Civic Hangus Terbakar: Pasti Ada Dalangnya

Diungkapkan Supardi, para tetangganya baru mulai memaklumi konsep bangunan yang hendak didirikannya itu setelah mulai pengerjaan dinding rampung. 

Dari situlah bentuk kotak bus AKAP mulai terlihat.

"Ah masa bikin rumah kayak begitu," ucap Supardi menirukan cibiran sebagian warga dusun yang menanyakan rumah yang dikerjakannya itu.

"Tapi setelah jadi begini, baru pada mengerti, oh jadinya begini, awalnya heran semua, sekarang tetangga-tetangga lingkungan itu semua pada mendukung, terutama saudara itu, mendukung banget."

"Alhamdulillah dengan semangat lingkungan juga kadang sering warga membantu pekerjaan ini," tambahnya.

Dia berujar, proses pembangunan relatif singkat, yakni sekira enam pekan yang dibantu enam pekerja. 

Supardi yang puluhan tahun malang melintang sebagai tukang bangunan di Jakarta, ikut membantu sekaligus jadi mandor bangunan.

Bangunan utama yang menyerupai bus tingkat memiliki lebar sekira empat meter, tinggi lima meter, dan panjang mencapai 13 meter.

Bagian dalamnya didesain agar ruanganya terang berkat deretan jendela di kedua sisi, sehingga pencahayaan alami bisa masuk secara maksimal. 

Selain itu, sirkulasi udara juga diperhatikan.

Tinggi bangunan serta keberadaan dua pintu di bagian depan dan belakang membuat aliran udara di dalam rumah cukup baik, sehingga ruangan terasa sejuk meski pada siang hari.

Bagian utama difungsikan sebagai ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Di lantai atas terdapat kamar kecil di bagian belakang yang menyerupai mezanin.

"Saya yang gambar sendiri, bikin rancangan sendiri, terus pula-pula struktur itu juga saya sendiri."

"Jadi sampai jadi kayak begini tuh ide saya sendiri. Tidak ada arsitek, semua ide saya," kata Supardi.

Bangunan rumahnya, menurut dia, belum rampung dibangun.

Dia terpaksa menghentikan pembangunan karena keterbatasan biaya.

Ini mulai proyek Februari 2026, mau Lebaran selesai seperti ini. Tapi uang sudah habis."

"Total untuk membangun sampai tahap ini sekira Rp125 juta. Masih kurang Rp70 juta hingga Rp100 juta lagi agar selesai semua," pungkas Supardi. 

Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Polisi Ungkap Ada Motif Ekonomi

Terinspirasi Bus Agra Mas

Satu bangunan berbentuk bus double decker dirasa kurang mencukupi untuk ruang keluarganya.

Karena lahannya yang terbatas, Supardi menyiasatinya dengan membangun bangunan mirip bus kecil di samping rumah utama.

Bila dilihat dari depan, sisi kanan dibuat menyerupai bus besar AKP bertingkat, sementara di sisi sayap kiri dia membangun rumah menyerupai bus ukuran medium.

Sebagai tukang bangunan sekaligus pemborong yang berpengalaman selama puluhan tahun, dia mendesain dan membangun rumahnya semirip mungkin dengan tampilan armada bus Agra Mas.

Supardi bercerita, inspirasi bentuk rumahnya itu muncul karena dirinya seringkali bolak-balik merantau ke Jakarta menggunakan bus Agra Mas.

Untuk rumah utama yang berbentuk bus double decker memiliki lebar empat meter, tinggi lima meter, dan panjang 13 meter.

Dilihat dari dalam, bangunan utama memiliki dua baris jenderal di kiri kanannya selayaknya pada bus tingkat. Hal ini membuat ruangan tamu sangat terang dengan pencahayaan alami.  

Ventilasi udara juga sudah dipikirkan matang oleh Supardi.

Rumah utama dibuat tinggi, yakni tinggi lima meter, serta dilengkapi dengan dua pintu pada bagian depan dan belakang sebagaimana pada bus.

Hal ini membuat sirkulasi udara cukup baik dan ruang utama terasa adem meski saat siang hari.

Rumah utama ini digunakannya sebagai ruang tamu sekaligus ruang keluarga, serta dilengkapi dengan kamar berukuran kecil di lantai dua yang lebih menyerupai mezanin pada bagian paling belakang.

Sementara bus medium di bagian kiri bangunan utama yang bentuknya menyerupai bus medium, menurut Supardi, bakal diperuntukkan untuk ruang makan serta dapur.

"Tapi saya belum bisa merapikan (finishing), karena faktor dana. Kemudian saya harus izin ke pihak bus Agra Mas, kalau dibolehkan (pakai desain bus tersebut)," ujar Supardi. (*)

Sumber Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.