Easycash Edukasi Mahasiswa Surabaya, Cara Cerdas Atur Keuangan di Era Digital
Wiwit Purwanto April 24, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), platform pinjaman daring (pindar) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan bertajuk “Literasi Keuangan Generasi Muda di Era Digital” di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Kegiatan ini untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang bijak di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi sektor jasa keuangan.

Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menyatakan Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia memiliki populasi generasi muda yang sangat dinamis, namun juga rentan terhadap risiko finansial jika tidak dibekali literasi yang tepat.

"Oleh karena itu, kegiatan literasi keuangan ini menjadi bagian dari upaya untuk membekali mahasiswa di Surabaya dengan pemahaman yang lebih komprehensif dalam mengelola keuangan secara bijak," kata Wildan, Kamis (23/4/2026).

Dia juga menyebut pihaknya melihat kecepatan adopsi layanan fintech belum sepenuhnya dibarengi dengan pemahaman yang mendalam.

Baca juga: Undika Surabaya Bekali Mahasiswa Literasi Keuangan Guna Cegah Kejahatan Digital

"Di Surabaya, kami tidak hanya ingin memberikan akses, tetapi juga mendorong generasi muda untuk #JadiLebihPaham sehingga bijak dalam mengatur keuangan dengan sehat melalui pendekatan program edukasi keuangan yang lebih relevan," sebut Wildan.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, masih terdapat kesenjangan (gap) yang signifikan antara inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.

"Gap ini menunjukkan bahwa banyak anak muda sudah menggunakan layanan keuangan digital, namun belum sepenuhnya paham mengenai risiko dan tanggung jawab dari produk keuangan yang ada. Oleh karena itu, Easycash memperkenalkan dua inisiatif edukasi, yaitu Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan ChatPindar," ungkap Wildan.

Inisiatif Literasi Keuangan Easycash

MOJANG adalah inisiatif yang lahir dari kolaborasi Easycash bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia.

Baca juga: Kadin Jatim dan BRI Teken MoU: Perkuat Modal Usaha hingga Literasi Keuangan Mahasiswa

MOJANG versi zine ini adalah pendekatan edukasi keuangan baru yang dirancang untuk Gen Z dan Milenial dengan gaya penulisan yang ringan, visual, dan kontekstual.

"Selain MOJANG, Easycash juga memperkenalkan ChatPindar, sebuah teknologi AI berbasis chat hasil kolaborasi Easycash dan AFTECH yang diluncurkan untuk menjadi "teman ngobrol" bagi anak muda yang ingin bertanya seputar pindar menggunakan berbagai bahasa sehari-hari," beber Wildan.

MOJANG versi zine ini dapat digunakan sebagai buku panduan yang membahas topik-topik yang relevan dalam keseharian anak muda, mulai dari manajemen arus kas, cara membedakan platform legal dan ilegal, hingga pentingnya menjaga reputasi kredit.

Sementara itu, ChatPindar yang berperan sebagai platform edukasi tentang industri pindar yang bisa diakses kapanpun masyarakat memiliki pertanyaan tentang pindar.

Dengan semakin mudahnya akses fasilitas keuangan, masyarakat juga perlu memiliki akses edukasi tentang industri pindar yang sifatnya always on sehingga masyarakat bisa bertanya kapanpun dan tetap mendapatkan jawaban yang akurat.

Membangun Masa Depan Finansial yang Sehat

Director of General Financial Planning Program IARFC Indonesia, Mirzan Hasan, juga membedah tantangan pengelolaan keuangan dari sudut pandang perencana keuangan profesional.

Menurutnya, era digital menciptakan ilusi kemakmuran melalui fenomena media
sosial yang mendorong perilaku konsumtif yang tidak terukur.

“Melalui Modul MOJANG, kami ingin menanamkan disiplin bahwa setiap keputusan keuangan hari ini memiliki dampak jangka panjang pada reputasi kredit mereka. Kami mengajarkan mahasiswa untuk mulai mencatat arus kas dan memahami bahwa penghasilan kita harus dikelola dengan baik, memilah antara kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan pinjaman secara lebih produktif, bukan impulsif," beber Mirzan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.